Tunggu Dialog dengan Gubernur Rudy Mas’ud, Aliansi Geram Bertahan di Kantor Pemprov Kaltim

oleh -205 Dilihat
Ratusan pengunjuk rasa dari Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) memadati Jl. Gajah Mada depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Foto : Yanur)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Gelombang unjuk rasa berskala besar mewarnai pusat pemerintahan Provinsi Kalimantan Timur ketika kerumunan demonstran berhasil melangkah masuk ke area pelataran Kantor Gubernur, Rabu (21/10/2026) sore.

Massa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) mulai memadati kawasan perkantoran eksekutif daerah tersebut sekitar pukul 16.00 Wita guna menyuarakan aspirasi mereka secara langsung.

Aksi damai ini diarahkan sebagai bentuk peninjauan kritis terhadap kepemimpinan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang kini menginjak masa kerja dua tahun.

Melalui konsolidasi terorganisasi, para demonstran mengusung sebuah tajuk besar bernada lugas, yaitu “2 Tahun Prabowo-Gibran: Kaltim Jadi Anak Tiri, Kaltim Jadi Abu di Tanah Sendiri.”

Tajuk unjuk rasa tersebut secara terang mencerminkan kegelisahan publik lokal mengenai arah relasi antara pemerintah pusat dan daerah yang kaya akan potensi alam ini.

Sebelum melangkahkan kaki ke dalam pelataran gedung pemerintahan, para peserta aksi terpantau terlebih dahulu berkonsentrasi serta merapatkan barisan di ruas jalan depan gerbang utama.

Besarnya volume partisipan di titik pertemuan tersebut seketika memusatkan perhatian warga serta aparatur sipil yang beraktivitas di sekitar jantung birokrasi Bumi Etam.

Setelah orasi awal bergulir di bahu jalan, barisan massa secara teratur merangsek melewati pintu masuk hingga berhasil menduduki halaman kompleks perkantoran milik Pemerintah Provinsi Kaltim.

Forum terbuka ini dimanfaatkan oleh jaringan aktivis Aliansi Geram sebagai panggung penyampaian catatan evaluatif terhadap dinamika sosial, ekonomi, dan lingkungan yang melingkupi wilayah Kalimantan Timur.

Dalam substansi narasinya, demonstran menyoroti bagaimana posisi strategis Kaltim sebagai wilayah penyumbang komoditas penting kerap tidak sebanding dengan pemerataan kesejahteraan yang dirasakan masyarakat setempat.

Mereka menilai implementasi garis kebijakan nasional sepanjang dua puluh empat bulan terakhir belum memberikan keberpihakan optimal bagi kemandirian dan keadilan wilayah penghasil sumber daya.

Kendati pengunjuk rasa telah memenuhi pelataran sejak sore hari, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud belum tampak hadir di tengah kerumunan massa aksi hingga berita ini dilaporkan.

Ketiadaan figur kepala daerah di lokasi unjuk rasa membuat para koordinator lapangan terus menyerukan komitmen untuk bertahan di pelataran demi menyampaikan tuntutan secara tatap muka.

Barisan demonstran bersikeras menuntut perwakilan tertinggi eksekutif daerah tersebut meluangkan waktu mendengarkan langsung poin-poin keberatan yang telah mereka susun secara kolektif.

Sampai waktu pelaksanaan beranjak menjelang malam, belum diperoleh konfirmasi definitif mengenai estimasi durasi unjuk rasa maupun kemungkinan jadwal audiensi formal bersama pihak gubernur.

Di lapangan, aparat keamanan tetap menyiagakan personel di beberapa titik strategis guna memantau pergerakan kerumunan dan memastikan situasi ketertiban umum tetap terkendali.

Dinamika aksi demonstrasi ini terus dipantau secara berkala seiring berjalannya penyampaian aspirasi publik di depan kantor pimpinan daerah Kalimantan Timur. (Yanur)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *