Kawal Demo Aliansi Geram di Kantor Gubernur Kaltim, Polisi Berlakukan Pengalihan Arus Kendaraan

oleh -205 Dilihat
Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Samarinda Kompol La Ode Prasetyo Fuad (Foto : Fzi)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Aktivitas lalu lintas di pusat Kota Samarinda mengalami lonjakan kepadatan menyusul bergulirnya aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Rabu, 21 Oktober 2026.

Massa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) memusatkan konsentrasi penyampaian aspirasi mereka di kawasan pemerintahan tersebut sejak siang hari.

Kedatangan ratusan pengunjuk rasa yang memadati badan jalan secara otomatis memicu perlambatan laju kendaraan bermotor yang melintasi area pusat perkantoran provinsi tersebut.

Guna mencegah penumpukan kendaraan yang berlebihan, kepolisian setempat bergerak cepat dengan memberlakukan skema pengalihan rute di beberapa ruas jalan protokol di Samarinda.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Samarinda Kompol La Ode Prasetyo Fuad menerangkan bahwa jajarannya telah merancang pola rekayasa sirkulasi arus di sejumlah titik persimpangan vital.

Salah satu penyesuaian arus dilakukan pada rute yang menghubungkan kawasan Jalan Slamet Riyadi menuju simpang muara hingga ke Jalan Pangeran Antasari.

“Rekayasa lalu lintas yang sudah dilakukan yaitu arah menuju ke simpang muara dari arah Jl. Slamet Riyadi ke Jl. P. Antasari begitu juga sebaliknya,” tutur Kompol La Ode di sela-sela pengamanan.

Tak hanya jalur penghubung antarjalan utama, rekayasa rute juga diarahkan ke kawasan perniagaan di sekitar pelabuhan untuk memecah konsentrasi kendaraan angkutan maupun pribadi.

“Kemudian dari arah pelabuhan kita belokkan ke Jl. Niaga Barat,” imbuh Kasat Lantas mengenai manuver pengalihan jalur yang diberlakukan di lapangan.

Penataan arus tersebut mendesak untuk diterapkan lantaran konsentrasi peserta aksi telah memakan ruang jalan raya di depan kantor orang nomor satu di Kaltim tersebut.

Kompol La Ode menyebutkan, massa aksi pada saat itu sudah menduduki setidaknya dua jalur utama di sekitar titik unjuk rasa sehingga akses reguler terpaksa ditutup sementara.

Kendati dua ruas jalur tersebut ditutup oleh kerumunan demonstran, pantauan di lapangan menunjukkan kondisi jalanan di sekitarnya masih terpantau relatif terkendali.

Aparat kepolisian memastikan tidak ada antrean kendaraan mengular yang sampai menimbulkan kemacetan total berdurasi panjang di koridor terdampak.

Perlambatan laju kendaraan memang tidak terelakkan akibat penyempitan akses, namun roda transportasi publik dan pribadi dipastikan tetap bergulir merayap.

Kompol La Ode menilai dinamika peningkatan volume kendaraan semacam ini merupakan konsekuensi wajar dari adanya perhelatan atau konsentrasi massa berskala besar di ruang publik.

Demi menjamin efektivitas pengalihan rute serta kelancaran mobilisasi warga, otoritas keamanan mengerahkan puluhan personel gabungan untuk berjaga di titik-titik krusial.

Sebanyak 40 personel dari Satuan Lalu Lintas Polresta Samarinda diterjunkan langsung ke jalan raya, dengan dukungan perbantuan 20 personel dari Dinas Perhubungan Kota Samarinda. (Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *