Tiga Relawan GMS Tewas, Kecelakaan Terjadi Saat Menuju Ke TKP Kebakaran

oleh -738 Dilihat
Kondisi Kendaraan Pasca Kecelakaan (Foto : Istimewa)
banner 468x60

Ulasankaltim.id Samarinda – Sebuah peristiwa tragis terjadi di Kota Samarinda pada Senin (09/12/24) malam sekitar pukul 23.00 WITA. Tiga relawan dari Griya Mukti Sejahtera (GMS) 678 tewas dalam sebuah kecelakaan saat hendak menuju lokasi kebakaran di Jalan Kurnia Makmur, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir. Keinginan mereka untuk membantu memadamkan api justru berakhir dengan musibah yang merenggut nyawa.

Kecelakaan tersebut terjadi di Jalan AW Syahranie, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu. Mobil Pick-Up yang mereka gunakan untuk menuju lokasi kebakaran mengalami kecelakaan tunggal. Kendaraan tersebut menabrak pohon besar di pinggir jalan, mengakibatkan kerusakan parah pada bagian depan mobil.

Informasi yang dihimpun dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Syahranie (RSUD AWS) menyebutkan, ada enam orang di dalam mobil Puck-Up tersebut saat kecelakaan terjadi. Tiga orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia, sementara tiga lainnya menderita luka serius dan masih mendapatkan perawatan intensif.

Munanto, sopir ambulans PWI Peduli yang terlibat dalam proses evakuasi korban, menjelaskan bahwa saat tiba di lokasi kejadian, ia menemukan darah yang keluar dari telinga salah satu korban. Berdasarkan dugaan sementara, darah tersebut berasal dari benturan keras di kepala korban, yang membuatnya tidak sadarkan diri.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda, Hendra AH, melalui Hery Suhendra, menyampaikan bahwa kecelakaan tersebut terjadi saat para relawan hendak menuju lokasi kebakaran di kawasan Harapan Baru. Menurut keterangan Hery, ada enam orang relawan di dalam mobil pikap itu, namun tiga orang di antaranya meninggal dunia di tempat kejadian.

Tiga korban yang meninggal dunia ditemukan dalam posisi yang berbeda. Satu orang berada di kursi depan, tepat di samping sopir (kernet), sementara dua lainnya terlempar dari bak belakang kendaraan setelah mobil menabrak pohon. Para korban diperkirakan terpental akibat benturan keras tersebut.

Kejadian ini diduga merupakan kecelakaan tunggal. Sopir kendaraan, menurut dugaan sementara, berusaha menghindari sesuatu di jalan hingga mobil menabrak pohon. Namun, pihak berwenang masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari Satuan Lalu Lintas untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan ini.

Setelah kejadian, korban yang meninggal dunia langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di kamar jenazah. Rencananya, jenazah korban akan dibawa ke rumah duka pada pagi hari setelah proses identifikasi selesai.

Sementara itu, tiga korban yang selamat dalam kecelakaan tersebut segera mendapatkan perawatan medis intensif di rumah sakit. Kondisi ketiganya masih dalam pemantauan tim medis untuk memastikan tidak ada cedera serius yang mengancam nyawa mereka.

Hery mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menyampaikan penghargaan yang tinggi atas dedikasi para relawan yang selalu siap membantu masyarakat, meskipun tak jarang harus menghadapi risiko dalam tugas mereka.

Ia juga mengimbau kepada seluruh relawan di Kota Samarinda untuk selalu mengutamakan keselamatan saat bertugas. “Kami berharap semua relawan dapat menjaga keselamatan diri sendiri terlebih dahulu, terutama ketika menuju lokasi kebakaran. Di lokasi kebakaran, sudah ada rekan-rekan lain yang melakukan upaya pemadaman api, jadi keselamatan diri harus menjadi prioritas,” pesan Hery.

Kecelakaan ini menjadi pengingat bagi semua pihak, bahwa keselamatan dalam perjalanan menuju lokasi bencana harus selalu diperhatikan. Meskipun niat mulia untuk membantu, keselamatan tetap harus diutamakan agar tragedi serupa tidak terulang kembali. (FZI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *