Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan di Jalan Selamet Riyadi, Dampak Proyek Pipa Utama PDAM

oleh -302 Dilihat
lokasi Intake Karang Asam Jl. Slamet Riyadi yang akan dilakukan pengalihan arus lalu lintas (Foto : Fzi)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Aktivitas lalu lintas di kawasan Jalan Selamet Riyadi, Samarinda, akan mengalami perubahan signifikan sepanjang November 2025. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Samarinda resmi mengumumkan penerapan rekayasa arus kendaraan secara bertahap di jalur tersebut sebagai imbas dari proyek pemasangan pipa distribusi utama milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Kebijakan ini diberlakukan untuk mendukung kelancaran pekerjaan infrastruktur yang berfokus pada penguatan suplai air bersih bagi warga Samarinda, khususnya di kawasan Karang Asam dan sekitarnya. Penutupan sebagian ruas jalan dilakukan agar proses pemasangan pipa dapat berjalan aman dan efisien.

Kasatlantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas menjadi langkah strategis dalam mengantisipasi potensi kemacetan dan menjaga keselamatan para pekerja di lapangan. Ia menegaskan bahwa kepolisian telah menyiapkan sejumlah jalur alternatif guna menjaga mobilitas masyarakat tetap lancar.

“Kami telah memetakan skema pengalihan arus agar aktivitas warga tidak terganggu secara signifikan. Petugas akan disiagakan di beberapa titik untuk mengarahkan kendaraan sesuai rute yang telah ditentukan,” ujar Kompol La Ode, Senin (3/11).

Rekayasa lalu lintas tersebut terbagi dalam dua tahap. Pada tahap pertama, yang berlangsung 3–5 November 2025, kendaraan dari arah Jalan R.E. Martadinata dialihkan ke Jalan Anggi, kemudian melewati Jalan Cendana, lanjut ke Jalan Antasari, sebelum kembali menuju Jalan R.E. Martadinata.

Sementara tahap kedua akan dilakukan pada 10–12 November 2025. Dalam periode ini, arus kendaraan dari arah Jalan Selamet Riyadi dialihkan ke Jalan Antasari, lalu ke Jalan Cendana, dan diteruskan ke Jalan Meranti sebelum kembali ke jalur semula.

Menurut Kompol La Ode, sistem pengaturan bergantian ini diterapkan agar pekerjaan dapat diselesaikan secara bertahap tanpa mengganggu aktivitas lalu lintas secara keseluruhan. Ia menegaskan, keselamatan dan kelancaran kedua pihak — pengguna jalan maupun pekerja proyek — menjadi prioritas utama.

“Prinsipnya kami mengatur agar pekerjaan tetap berjalan sesuai target tanpa menimbulkan gangguan berarti bagi warga. Kami mohon kerja sama masyarakat untuk mengikuti rambu sementara dan arahan petugas di lapangan,” katanya.

Proyek pemasangan pipa ini merupakan bagian dari program peningkatan sistem distribusi air bersih PDAM Samarinda. Pipa distribusi utama tersebut diharapkan mampu memperkuat pasokan air ke kawasan berpenduduk padat dan mengurangi potensi gangguan suplai pada musim kemarau.

Meskipun menyebabkan pembatasan ruang gerak kendaraan di beberapa ruas, pemerintah menilai proyek ini penting untuk menjamin ketersediaan layanan dasar masyarakat. “Ini adalah proyek vital yang manfaatnya akan dirasakan langsung oleh warga,” ujar La Ode.

Satlantas Polresta Samarinda juga memastikan akan terus memantau kondisi lalu lintas selama masa pengalihan. Petugas lapangan akan ditempatkan di setiap persimpangan utama guna mengantisipasi potensi kemacetan mendadak.

Menutup keterangannya, Kompol La Ode Prasetyo menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses pekerjaan berlangsung. Ia mengimbau para pengendara agar tetap berhati-hati dan mematuhi instruksi petugas.

“Kami memahami ada rasa tidak nyaman, tetapi ini demi kepentingan bersama. Tetap waspada di jalan, patuhi aturan, dan saling menghargai antar pengguna jalan,” pungkasnya. (Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *