Petani Bertahan Tanpa Bantuan, Yulianus Henock Dengar Langsung Derita Desa

oleh -359 Dilihat
Dr. Yulianus Henock Sumual, SH, M.Si, saat berdialog bersama warga Spontan Baru Kukar (Foto : Fzi)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Kutai Kartanegara – Wakil Kalimantan Timur di Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Dr. Yulianus Henock Sumual, SH, M.Si, menghadiri pembukaan Festival Budaya Danum Bura Idaman di Kelurahan Loa Ipuh, Kutai Kartanegara, Rabu (30/7/25). Dalam kesempatan itu, ia juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan warga di kawasan Spontan Baru.

Kehadiran Yulianus Henock tidak hanya sebagai undangan dalam festival budaya, namun juga untuk menyerap aspirasi masyarakat desa yang selama ini merasa kurang mendapat perhatian. Ia mendengarkan langsung keluhan dari para petani hingga tokoh muda Dayak di daerah tersebut.

Jamhari, seorang petani setempat, mengungkapkan kondisi sulit yang dihadapi para petani di desa mereka. Menurutnya, tidak ada bantuan dari pemerintah terkait bibit maupun pupuk pertanian. Semua biaya produksi ditanggung secara mandiri oleh para petani.

“Harga pupuk dan bibit mahal, tapi hasil panen tidak sebanding. Kami bertani pakai uang sendiri, tidak ada subsidi. Ini membuat kami makin terpuruk,” kata Jamhari.

Ia juga menyebutkan bahwa hasil produksi pertanian, baik padi maupun sayuran, kini mengalami penurunan signifikan. Menurutnya, situasi ini terjadi karena kualitas lahan terus menurun dan minimnya dukungan teknis maupun finansial dari pemerintah.

Masalah lain yang turut disorot warga adalah kondisi infrastruktur jalan menuju desa. Jalan utama yang menghubungkan kawasan Spontan Baru dengan wilayah lain disebut rusak berat dan belum tersentuh perbaikan.

Yupen, salah satu tokoh muda Dayak di desa tersebut, menambahkan bahwa kemerosotan ekonomi telah berdampak pada hampir semua sektor kehidupan warga. Ia berharap suara dari desa dapat didengar lebih luas melalui perwakilan mereka di DPD RI.

“Kami ingin pemerintah lebih peka terhadap keadaan desa. Banyak perusahaan di sekitar sini, tapi warga lokal sulit mendapat pekerjaan. Mereka lebih mengutamakan orang dari luar,” ujarnya.

Yupen juga meminta agar Yulianus Henock dapat memperjuangkan kebijakan afirmatif kepada perusahaan-perusahaan di Kalimantan Timur, agar memberi prioritas tenaga kerja kepada warga lokal.

Menanggapi aspirasi itu, Yulianus Henock menyatakan bahwa sebagai senator DPD RI dari daerah pemilihan Kalimantan Timur, ia akan membawa semua keluhan warga kepada pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat. Ia menegaskan bahwa suara dari desa tidak boleh diabaikan.

“Saya akan terus mendorong agar kebijakan pertanian, terutama bantuan pupuk dan bibit, benar-benar menyasar petani desa. Begitu juga dengan infrastruktur, yang menjadi kunci perputaran ekonomi,” tegas Yulianus Henock.

Ia menambahkan bahwa kondisi jalan yang rusak bukan hanya menghambat mobilitas, tetapi juga berdampak pada pemasaran hasil pertanian. Menurutnya, infrastruktur layak akan mempercepat pertumbuhan ekonomi desa.

Yulianus Henock juga menyebut akan menyampaikan secara langsung aspirasi masyarakat ke kementerian terkait serta mendesak perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kaltim agar lebih memberdayakan tenaga kerja lokal.

Dialog kali ini menjadi bagian dari upaya Yulianus Henock untuk terus hadir dan mendengar langsung suara rakyat, khususnya dari wilayah pedalaman yang kerap luput dari sorotan.

Festival Budaya Danum Bura Idaman sendiri menjadi ruang temu antara budaya dan kebijakan. Dalam momen itu, suara masyarakat desa tak sekadar ditampilkan lewat tari dan musik, tapi juga melalui ungkapan keresahan yang disampaikan langsung kepada wakil mereka. (Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *