Peringatan Keras DPRD: Tenaga Kerja Lokal Terpinggirkan di Sekitar IKN

oleh -273 Dilihat
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, M. Darlis Pattalongi (Foto : Fzi)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Pembangunan Ibu Kota Nusantara membawa harapan baru bagi Kalimantan Timur, namun di sisi lain membuka kembali persoalan lama terkait kualitas sumber daya manusia. Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, M. Darlis Pattalongi, menyatakan bahwa kapasitas SDM lokal masih tertinggal dan perlu mendapat perhatian serius.

Dalam keterangannya, Darlis menyebut bahwa indikator pembangunan manusia memang menunjukkan kemajuan. Meski demikian, ia melihat peningkatan tersebut belum cukup untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja di tengah perubahan ekonomi yang semakin cepat.

Ia menilai penguatan SDM harus ditempatkan sebagai agenda strategis pemerintah daerah. “Kaltim sedang memasuki masa transformasi. Masyarakat harus dibekali kemampuan untuk bersaing di wilayahnya sendiri,” ujarnya.

Perubahan komposisi penduduk menjadi salah satu sorotan. Darlis menjelaskan bahwa pertumbuhan penduduk Kaltim lebih besar dipengaruhi kedatangan pendatang daripada angka kelahiran lokal, sebuah fenomena yang mengungkap ketimpangan daya saing.

“Pendatang datang karena mereka percaya diri dengan kompetensi yang dimiliki. Ini sekaligus menunjukkan bahwa masyarakat Kaltim perlu meningkatkan kemampuan agar tidak tertinggal,” jelasnya.

Ia turut menyinggung dominasi pekerja dari luar daerah dalam sektor usaha maupun lapangan pekerjaan di sekitar IKN. Menurutnya, tenaga kerja lokal masih belum mampu bersaing di berbagai bidang strategis.

“Di kawasan penyangga IKN, masih banyak warga kita yang bekerja sebagai tenaga keamanan. Ini menunjukkan perlunya peningkatan keterampilan,” ungkapnya.

Darlis menekankan bahwa pendidikan berperan penting dalam membentuk kualitas SDM. Ia mengutip keberhasilan negara seperti Korea Selatan, Jepang, dan Singapura sebagai contoh bagaimana pendidikan mampu mendorong kemajuan meski minim sumber daya alam.

Ia juga mengapresiasi program Pendidikan Gratis atau GratisPol yang dicanangkan Pemprov Kaltim. “Pendidikan adalah investasi. Keuntungannya jauh melampaui biaya yang dikeluarkan,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pembiayaan hanyalah salah satu aspek. Ia menekankan perlunya perbaikan pada lima elemen penting sistem pendidikan agar Kaltim memiliki SDM yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan ekonomi dan pembangunan jangka panjang. (DPRD KALTIM/ADV/Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *