ULASANKALTIM.ID, Samarinda – Insiden tragis terjadi di Bengkel Surya Mobil, Jalan Tridharma, Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, Minggu (24/11/2024) sekitar pukul 14.00 WITA. Perselisihan antarpekerja di bengkel itu berujung pada tewasnya seorang pria bernama Hidayat (26) akibat pukulan benda tumpul di bagian kepala.
Menurut informasi, Hidayat terlibat cekcok dengan seorang rekannya, Riadi (21), yang juga bekerja di bengkel tersebut. Perselisihan itu memuncak ketika Riadi diduga mengambil sebuah palu dan memukul kepala Hidayat dengan benda tersebut. Akibatnya, Hidayat mengalami luka serius yang membuatnya tak sadarkan diri.
Akibat pukulan itu Hidayat langsung tidak sadarkan diri dengan kondisi tergeletak dan tidak berdaya di TKP. Kemudian korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (RSUD AWS) menggunakan ambulans relawan mako 10.
Namun, setibanya di rumah sakit, nyawa Hidayat tidak terselamatkan. Tim medis memastikan bahwa korban meninggal dunia akibat cedera parah di kepala yang diakibatkan oleh pukulan benda tumpul, yaitu sebuah palu besi yang digunakan pelaku.
Kapolsek Sungai Pinang, AKP Aksaruddin Adam, menyampaikan bahwa pihaknya langsung menuju lokasi kejadian setelah mendapat laporan dari warga. Polisi berhasil mengamankan Riadi sebagai pelaku serta menyita barang bukti berupa palu yang digunakan dalam insiden tersebut.
“Kami sudah menangkap pelaku dan mengamankan barang bukti berupa palu. Saat ini, pelaku tengah diperiksa lebih lanjut untuk mendalami motif di balik tindakannya,” ujar Aksaruddin dikutip dari ayokaltim.com.
Menurut Aksaruddin, hingga saat ini pihak kepolisian belum dapat mengungkap secara pasti alasan pelaku menyerang korban dengan palu. Penyidik Reskrim masih bekerja untuk menggali keterangan dari pelaku maupun saksi-saksi di lokasi kejadian.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli, dijadwalkan akan memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus ini dalam waktu dekat. Sementara itu, polisi terus mendalami apakah ada faktor lain yang memicu insiden tragis ini, termasuk latar belakang hubungan antara pelaku dan korban.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu menjaga emosi dan menghindari kekerasan dalam menyelesaikan konflik. Penyelesaian masalah secara damai dan bijak menjadi kunci untuk mencegah tragedi serupa di masa depan. (FDY)









