Ulasankaltim.id, Samarinda – Sisa-sisa kebakaran masih terlihat jelas di Pasar Segiri ketika aktivitas mendadak terhenti dan menyisakan keheningan. Di tengah kondisi tersebut, Wali Kota Andi Harun turun langsung ke lokasi pada Kamis sekitar pukul 11.00 WITA untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan terarah.
Peristiwa kebakaran itu melanda salah satu pusat perdagangan utama di Samarinda dan berdampak luas terhadap para pedagang. Sejumlah bangunan yang menjadi tempat usaha dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat kobaran api.
Informasi awal dari lapangan mencatat area terdampak mencapai sekitar 15 x 80 meter. Di lokasi tersebut, terdapat puluhan pedagang yang sehari-hari menggantungkan penghasilan dari aktivitas jual beli.
Sedikitnya 20 unit ruko di bagian belakang pasar dilaporkan tidak dapat diselamatkan. Selain itu, sekitar 140 los sayur juga ikut terbakar dan tidak bisa digunakan kembali.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Andi Harun segera mengoordinasikan langkah penanganan lintas instansi. Ia melibatkan Asisten II, Dinas Perdagangan, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk mempercepat proses pemulihan.
Tahapan awal yang dilakukan adalah pembersihan area kebakaran. Pemerintah kota menargetkan proses ini rampung dalam waktu maksimal tiga hari agar lokasi dapat segera dimanfaatkan kembali.
Selanjutnya, pemerintah akan menyiapkan pembangunan ulang fasilitas yang rusak. Proses perencanaan teknis dilakukan secara singkat guna mengejar waktu pelaksanaan di lapangan.
Pembangunan kembali ditargetkan mulai dikerjakan pada pekan depan. Langkah ini diambil agar aktivitas perdagangan dapat segera pulih dan pedagang bisa kembali beroperasi.
Meski demikian, bangunan yang akan didirikan tidak bersifat permanen. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi jangka menengah pemerintah kota.
Menurut Andi Harun, pembangunan sementara dinilai lebih efektif untuk mempercepat pemulihan ekonomi pedagang. Di sisi lain, pemerintah juga merencanakan penataan menyeluruh pasar pada tahun mendatang.
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota juga menyoroti kondisi tata ruang pasar yang dinilai kurang tertib. Ia menemukan adanya pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan peruntukan.
Selain itu, instalasi listrik yang tidak tertata rapi dinilai menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kebakaran. Hal ini, menurutnya, memerlukan perhatian serius ke depan.
Sampai saat ini, besaran kerugian akibat kebakaran masih dalam proses pendataan oleh dinas terkait. Pemerintah kota menargetkan hasil perhitungan tersebut segera tersedia sebagai dasar pengambilan kebijakan lanjutan. (Fdy)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









