Ulasankaltim.id, Samarinda – Kota Samarinda kembali diguncang kekhawatiran. Dalam sepekan terakhir, jalanan yang seharusnya menjadi jalur aman bagi pengendara justru berubah licin dan berbahaya akibat tumpahan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Beberapa insiden kecelakaan pun tak terelakkan.
Kepolisian mencatat, sejumlah pengendara mengalami kecelakaan tunggal setelah tergelincir di ruas jalan yang tertutup solar. Bahkan, satu mobil dilaporkan terguling akibat kondisi jalan yang sangat licin. Fenomena ini menjadi sorotan publik dan memicu keprihatinan warga Kota Tepian.
Menanggapi situasi tersebut, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Samarinda mengambil langkah cepat. Melalui imbauan resmi, masyarakat diminta segera melapor bila menemukan adanya tumpahan solar di jalan umum.
Kasatlantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo Fuad, melalui Kanit Turjawali, Ismail Marzuki, menyebut langkah ini merupakan bentuk pencegahan dini untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Samarinda.
“Apabila masyarakat menemukan tumpahan solar, agar segera menghubungi Call Center 110. Personel kami akan langsung mendatangi lokasi untuk memastikan area tersebut aman,” ujar Ismail, Rabu (15/10/2025).
Menurutnya, laporan warga sangat membantu petugas dalam merespons cepat setiap insiden yang berpotensi menimbulkan bahaya di jalan raya. Koordinasi masyarakat dan aparat menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan bersama.
Ismail mengungkapkan, tumpahan solar telah menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan di beberapa ruas jalan di Samarinda dalam beberapa bulan terakhir. Salah satu kasus terjadi di Jalan KH Mas Mansyur, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, pada Senin (13/10/2025) pagi.
Dalam peristiwa itu, lima sepeda motor dan satu mobil pikap tergelincir hingga terguling akibat jalan licin. Beberapa pengendara mengalami luka ringan dan harus mendapat perawatan medis, sementara sejumlah kendaraan mengalami kerusakan serius.
Penyebab utamanya, kata Ismail, kerap berasal dari kelalaian sopir kendaraan pengangkut bahan bakar yang tidak menutup rapat wadah atau tangki saat melintas. Kondisi tersebut membuat solar menetes di sepanjang jalan tanpa disadari.
“Kami sudah memetakan beberapa titik rawan tumpahan solar. Biasanya disebabkan oleh kendaraan pengangkut BBM yang tidak memperhatikan keamanan. Ke depan, jika ditemukan unsur kelalaian, kami akan lakukan penindakan,” tegasnya.
Sebagai langkah lanjutan, Satlantas Polresta Samarinda juga mendorong masyarakat untuk membantu dengan memberikan bukti berupa foto atau video saat menemukan tumpahan solar di jalan. Bukti visual tersebut akan mempercepat proses penelusuran sumber tumpahan.
“Kalau masyarakat melihat kendaraan yang menumpahkan solar, silakan direkam atau difoto. Kirimkan ke kami agar proses penindakan bisa dilakukan berdasarkan data yang jelas,” tambahnya.
Bagi warga yang menjadi korban kecelakaan akibat jalan licin, Satlantas membuka layanan surat keterangan kecelakaan melalui Unit Laka Lantas. Dokumen ini dapat digunakan untuk klaim asuransi atau laporan resmi ke pihak terkait.
“Kalau ada warga yang mengalami kerugian atau luka akibat tumpahan solar, bisa datang langsung ke piket laka untuk dibuatkan surat keterangan resmi,” jelas Ismail.
Satlantas menegaskan, keberhasilan menekan angka kecelakaan akibat tumpahan solar tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga pada partisipasi masyarakat. Kesadaran bersama dianggap sebagai benteng utama pencegahan.
“Kami berharap masyarakat ikut peduli. Bila menemukan jalan licin karena solar, jangan dibiarkan. Laporkan melalui Call Center 110 agar bisa segera ditangani,” pungkas Ismail. (Fer)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









