DPRD Kaltim Soroti Jalan Rusak, Solusi Jangka Panjang Mulai Didorong

oleh -312 Dilihat
Anggota DPRD Kalimantan Timur, Agus Aras (Foto : Fzi)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Di tengah geliat aktivitas ekonomi Kalimantan Timur, jalan poros yang menghubungkan Bontang–Sangatta justru menyimpan persoalan lama yang belum tuntas. Jalur strategis tersebut kini kembali menjadi sorotan akibat kondisi fisiknya yang dinilai semakin memprihatinkan.

Anggota DPRD Kalimantan Timur, Agus Aras, menilai kerusakan pada ruas jalan tersebut telah mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Ia menyebut, infrastruktur yang seharusnya menopang mobilitas justru menjadi hambatan bagi masyarakat.

“Kondisi jalan ini sudah tidak ideal untuk mendukung aktivitas warga maupun pergerakan ekonomi,” ujarnya.

Menurut Agus, kerusakan jalan tidak terjadi secara sporadis, melainkan merata di sejumlah titik. Ia mengungkapkan bahwa permukaan jalan banyak mengalami penurunan kualitas akibat beban kendaraan berat yang melintas setiap hari.

“Lubang dan gelombang di badan jalan semakin sering ditemui,” katanya.

Agus menjelaskan, kerusakan yang terjadi tidak bisa lagi ditangani dengan pola pemeliharaan rutin. Ia menilai, tingkat keparahan aspal di beberapa segmen sudah masuk kategori serius.

“Perbaikan menyeluruh perlu segera dilakukan karena tambalan tidak lagi efektif,” ungkapnya.

Sebagai jalur utama penghubung kawasan industri dan permukiman, Agus menekankan bahwa jalan Bontang–Sangatta memiliki nilai strategis bagi pembangunan daerah.

“Ini bukan sekadar jalan penghubung, tapi jalur vital bagi roda ekonomi di wilayah utara Kaltim,” tegasnya.

Ia pun menyoroti perlunya perubahan pendekatan dalam penanganan infrastruktur tersebut. Agus menilai, perbaikan harus dirancang secara matang dan berorientasi jangka panjang.

“Penanganan jalan ini harus dilakukan dengan perencanaan yang serius, bukan bersifat darurat,” ujarnya.

Untuk meningkatkan ketahanan jalan, Agus mendorong penerapan konstruksi rigid beton pada ruas tertentu yang rawan rusak. Menurutnya, pendekatan ini lebih mampu menahan beban kendaraan berat.

“Kualitas konstruksi harus ditingkatkan agar usia jalan lebih panjang,” katanya.

Selain itu, ia mengusulkan agar pembangunan dilakukan dengan skema multiyears guna menjamin mutu pekerjaan. Agus menilai, pola tersebut dapat mencegah kerusakan berulang dalam waktu singkat.

“Dengan sistem multiyears, hasil pembangunan bisa lebih optimal,” jelasnya.

Agus juga mengkritisi pola pemeliharaan yang selama ini dilakukan. Menurutnya, perawatan yang ada belum menyentuh persoalan mendasar.

“Pemeliharaan memang ada, tetapi sifatnya masih tambal-sulam,” ucapnya.

Ia berharap Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur segera mengajukan peningkatan kualitas jalan tersebut kepada Kementerian PUPR.

“Dengan meningkatnya arus kendaraan menuju wilayah utara Kaltim, peningkatan jalan ini menjadi kebutuhan mendesak,” tutup Agus. (DPRD KALTIM/ADV/Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *