DPRD Kaltim Dorong Penguatan Guru Produktif demi SDM Unggul

oleh -279 Dilihat
Darlis Pattalongi, Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim (Foto : Fzi)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kerja terampil di era industri modern, Kalimantan Timur justru menghadapi kenyataan yang memprihatinkan: kekurangan guru yang semakin melebar di jenjang SMA, SMK, dan SLB. Situasi ini kembali mencuat setelah DPRD Kaltim menyoroti ketimpangan jumlah pendidik, terutama guru produktif yang menjadi tulang punggung pembelajaran vokasi.

Sorotan tersebut muncul karena kekurangan tenaga pendidik dinilai memiliki dampak langsung terhadap kualitas pendidikan di Samarinda maupun Balikpapan. Padahal, lulusan SMK selama ini menjadi salah satu sumber utama penyedia SDM siap kerja bagi sektor industri yang terus berkembang.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, menegaskan bahwa kondisi ini harus segera ditangani Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Ia menilai krisis tenaga pendidik tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut kesiapan generasi muda menghadapi kompetisi kerja.

“Lulusan SMK memang dipersiapkan untuk langsung memasuki dunia kerja. Namun persoalannya, banyak SMK kita masih kekurangan guru produktif yang memiliki kompetensi sesuai bidang keahlian,” tegas Darlis.

Ia menjelaskan bahwa kelangkaan guru tidak hanya melanda sekolah kejuruan, tetapi juga terjadi di jenjang SMA dan SLB yang berada di bawah kewenangan provinsi. Menurutnya, kondisi ini memperlihatkan lemahnya pemenuhan tenaga pengajar dalam beberapa tahun terakhir.

Data yang dihimpun DPRD menunjukkan jumlah kekurangan guru masih sangat besar.

“Di tingkat SMK, kita membutuhkan hampir 2.000 guru produktif. Untuk SMA, kekurangannya sekitar 1.000 guru, dan SLB masih kekurangan sekitar 500 guru,” jelas Darlis.

Angka tersebut memperkuat urgensi intervensi kebijakan dari pemerintah daerah.

“Kebutuhan guru kita saat ini benar-benar tinggi,” tambahnya.

Ia menilai tanpa langkah cepat, sistem pendidikan akan kesulitan memenuhi standar kompetensi yang dibutuhkan dunia industri dan dunia kerja.

Kekurangan guru produktif di SMK, lanjutnya, berpotensi menghambat proses pembelajaran berbasis keahlian. Ketidakseimbangan antara kebutuhan industri dan kapasitas sekolah dalam membimbing siswa dapat memengaruhi daya saing lulusan di tingkat nasional maupun regional.

Melihat besarnya dampak tersebut, DPRD Kaltim mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim menyusun strategi jangka panjang. Langkah itu di antaranya meliputi pemetaan kebutuhan guru, analisis kekurangan per wilayah, serta penyusunan kebijakan rekrutmen yang lebih terarah.

“Kami mengimbau agar dinas pendidikan menyusun peta jalan yang komprehensif untuk pemenuhan guru di seluruh sekolah,” ujar Darlis.

Ia berharap langkah tersebut dapat memperbaiki kualitas pendidikan sekaligus menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di dunia industri yang terus berubah. (DPRD KALTIM/ADV/Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *