Dinding Beton Mendadak Runtuh: Dua Pekerja Tertimpa di Samarinda Ulu

oleh -277 Dilihat
Tim Medis saat melakukan evkuasi korban ke Rumah Sakit (Foto : Fzi)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Suasana kerja di sebuah proyek pembongkaran bangunan di Jalan Juanda 7, Kecamatan Samarinda Ulu, mendadak berubah mencekam pada Kamis (4/12/2025) sekitar pukul 10.00 Wita. Sebuah dinding beton runtuh tanpa peringatan dan menyebabkan dua pekerja tertimpa material berat.

Insiden ini terjadi ketika para pekerja sedang melakukan pembongkaran rutin pada struktur bangunan lama. Aktivitas konstruksi berlangsung padat, ditandai suara alat kerja dan instruksi mandor yang saling bersahutan.

Namun, kondisi lapangan berubah drastis saat dinding yang tengah dilemahkan strukturnya roboh dalam hitungan detik. Dua pekerja, Tama dan Sudarno, yang berada paling dekat dengan dinding tersebut, tidak sempat menghindar.

Rekan-rekan kerja yang berada di sekitar lokasi langsung berteriak meminta pertolongan. Mereka berupaya mengeluarkan kedua korban dari timbunan beton meski situasi penuh debu dan puing.

Beberapa pekerja tampak gemetar menyaksikan kondisi korban. Tubuh kedua pekerja yang tergeletak tak bergerak menjadi pusat perhatian seluruh tim di lokasi.

Salah satu saksi mata, Hendra, menyebutkan bahwa keruntuhan itu berlangsung begitu cepat. “Mereka lagi merobohkan dinding, tiba-tiba langsung runtuh. Kami semua kaget, tidak ada aba-aba. Kami berusaha menolong, tapi puingnya berat sekali,” ungkapnya.

Tidak lama setelah laporan diterima, Tim Polresta Samarinda dan Polsekta Samarinda Ulu tiba untuk mengamankan area. Petugas medis dari dokter on call dan PMI Kota Samarinda juga dikerahkan untuk memberikan penanganan awal.

Ketika tim medis tiba, kondisi Tama dan Sudarno sudah kritis. Petugas segera memasang alat bantu napas serta melakukan stabilisasi luka sebelum mengevakuasi keduanya ke RSUD AW Sjahranie menggunakan ambulans.

Polisi kemudian menutup lokasi kejadian untuk melaksanakan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Mandor dan pekerja lain yang berada di sekitar titik runtuhan dimintai keterangan terkait proses kerja sebelum insiden.

Pamapta 3 Polresta Samarinda, Ipda Riyan Rizki Hidayat, menyatakan bahwa penyelidikan dilakukan secara menyeluruh. “Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab runtuhnya dinding ini. Semua kemungkinan kami buka, termasuk apakah ada pelanggaran prosedur keselamatan kerja atau struktur bangunan yang tidak stabil,” jelasnya.

Dinding yang runtuh kini menjadi objek utama pemeriksaan teknis. Aparat menelaah metode pembongkaran, tahapan pelemahan struktur, hingga pemenuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) oleh pekerja.

Penyidik juga menilai apakah zona berbahaya telah diawasi secara ketat sesuai standar operasional. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan bahwa proses pembongkaran mengikuti prosedur keselamatan yang diwajibkan.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya penerapan Standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di proyek konstruksi. Dalam aktivitas pembongkaran, risiko keruntuhan struktur menjadi ancaman utama, sehingga setiap tahapan harus dijalankan dengan pengawasan yang konsisten. (Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *