Ulasankaltim.id, Samarinda – Terungkap fakta baru di balik kaburnya 15 tahanan dari sel Polsek Samarinda Kota. Aksi nekat itu rupanya dipicu oleh ancaman yang dilakukan oleh salah satu tahanan bernama Irvan, yang juga menjadi inisiator utama dalam perencanaan pelarian massal tersebut.
Hal itu diungkap langsung oleh Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar saat menggelar press rilispenangkapan kembali seluruh tahanan, Rabu (29/10) di ruang Rupatama Polresta Samarinda.
Dalam keterangannya, Hendri Umar menyebut dua tahanan lainnya mengaku mendapat ancaman dari Irvan agar turut melarikan diri dari sel tahanan.
“Iya, saya ancam saja mereka untuk ikut kabur,” ujar Irvan singkat saat dihadirkan dalam konferensi pers tersebut.
Kapolresta menjelaskan kronologi pelarian hingga proses penangkapan yang berlangsung selama delapan hari. Ia mengapresiasi kerja keras seluruh tim gabungan yang terus melakukan pengejaran hingga keluar provinsi.
“Kami berterima kasih kepada seluruh personel yang terlibat di lapangan serta masyarakat yang aktif memberikan informasi sekecil apapun,” ungkap Hendri Umar.
Peran masyarakat memang terbukti penting dalam proses penangkapan para tahanan. Salah satunya terjadi di kawasan Sungai Siring, ketika warga setempat melihat seorang pria tak dikenal tidur di masjid.
Setelah diperiksa, pria tersebut ternyata Chandro, salah satu tahanan yang kabur. Warga segera melapor ke pos polisi lalu lintas Sungai Siring, dan petugas yang sedang piket langsung menindaklanjuti laporan tersebut.
Setelah mencocokkan identitas dengan foto buronan, Chandro pun berhasil diamankan dan diserahkan kepada tim Jatanras Polresta Samarinda untuk proses lebih lanjut.
Dengan tertangkapnya seluruh tahanan, Polresta Samarinda memastikan situasi keamanan telah kembali kondusif dan menegaskan akan melakukan evaluasi terhadap sistem pengawasan di seluruh ruang tahanan. (Fzi)









