Akses Global Dibuka, DPRD Kaltim Siap Tingkatkan Pelayanan

oleh -303 Dilihat
Muhammad Husni Fahruddin, Anggota Komisi II DPRD Kaltim (Foto : Fzi)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Rencana pembukaan rute penerbangan internasional yang menghubungkan Kalimantan Timur dengan Kuala Lumpur membuka babak baru konektivitas global bagi daerah. Namun, di balik peluang tersebut, muncul tuntutan kesiapan layanan publik yang tidak bisa diabaikan, terutama sektor kesehatan yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat.

Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Muhammad Husni Fahruddin, menilai wacana tersebut harus dibarengi dengan penguatan fasilitas kesehatan daerah. Ia mengingatkan bahwa peningkatan akses internasional akan berdampak langsung pada pola mobilitas warga Kaltim.

“Pembukaan rute internasional bukan sekadar soal penerbangan, tetapi juga kesiapan daerah dalam melayani warganya,” ujar Husni.

Menurutnya, kemudahan akses menuju luar negeri berpotensi meningkatkan jumlah masyarakat yang bepergian untuk berbagai kepentingan, termasuk layanan kesehatan, pendidikan, dan urusan bisnis. Kondisi ini, kata dia, harus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah.

“Jika rute ke Kuala Lumpur resmi dibuka, mobilitas masyarakat Kaltim akan semakin tinggi, termasuk untuk berobat ke luar negeri,” katanya.

Husni menegaskan, rumah sakit di Kalimantan Timur, khususnya yang berada pada level pelayanan menengah, dituntut untuk meningkatkan kualitas layanan agar tidak kalah bersaing dengan fasilitas kesehatan di luar daerah.

“Rumah sakit tingkat dua harus mampu menjaga mutu pelayanan agar masyarakat tetap memilih berobat di dalam provinsi,” tegasnya.

Selain sektor kesehatan, Husni juga menyoroti kesiapan Bandara APT Pranoto sebagai infrastruktur utama yang akan menopang rute internasional tersebut. Ia menilai kesiapan bandara menjadi kunci kelancaran dan kenyamanan penerbangan.

“Bandara APT Pranoto harus dipastikan siap, baik dari sisi fasilitas maupun pelayanan, untuk menyambut penerbangan internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, kemungkinan masuknya maskapai asing ke Kalimantan Timur harus diantisipasi sejak dini agar peluang ekonomi yang muncul dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Kehadiran maskapai internasional tentu membawa potensi ekonomi, tetapi harus diiringi kesiapan infrastruktur yang memadai,” katanya.

Lebih lanjut, Husni berpandangan bahwa peningkatan akses internasional justru dapat menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik di daerah, termasuk layanan kesehatan yang selama ini masih menjadi perhatian.

“Kita perlu membenahi fasilitas kesehatan agar masyarakat tidak selalu bergantung pada layanan di luar daerah,” ucapnya.

Menurutnya, kompetisi yang muncul akibat keterbukaan akses global seharusnya menjadi pemicu peningkatan standar pelayanan, bukan justru memperlebar ketergantungan masyarakat pada layanan luar negeri.

“Persaingan itu bisa menjadi dorongan positif untuk meningkatkan mutu pelayanan di Kalimantan Timur,” jelas Husni.

Ia menegaskan, DPRD Kalimantan Timur akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar sektor kesehatan, transportasi, dan sarana pendukung lainnya benar-benar siap menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat.

“Kami akan memastikan semua sektor terkait siap apabila rute penerbangan internasional ini benar-benar beroperasi,” pungkasnya. (DPRD KALTIM/ADV/Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *