Dibongkar! Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Terkait Jaringan Uang Palsu

oleh -454 Dilihat
Foto Ilustrasi uang palsu
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Makassar – Kasus peredaran uang palsu mengguncang UIN Alauddin Makassar setelah Kepala Perpustakaan, Andi Ibrahim (AI), bersama sindikatnya, diduga terlibat dalam pembelian dan penyelundupan mesin pencetak uang palsu senilai Rp 600 juta ke dalam kampus.

Uang palsu tersebut awalnya diproduksi oleh tersangka berinisial AS di Kota Makassar. Pada tahap awal, proses pencetakan masih menggunakan mesin cetak kecil. Namun, seiring meningkatnya kebutuhan, mereka memesan mesin yang lebih besar senilai Rp 600 juta dari Surabaya. Mesin tersebut diimpor dari China.

“Atas nama AS, itu di Jalan Sunu, Makassar, karena sudah mulai membutuhkan jumlah yang lebih besar, maka mereka memesan alat yang lebih besar senilai Rp 600 juta mereka beli di Surabaya, namun alat itu dipesan dari China,” ungkap Kapolda Sulsel Irjen Pol Yudhiawan Wibisono dalam konferensi pers di Polres Gowa, Kamis (19/12/2024).

Setibanya di Makassar, mesin tersebut dibawa ke Kampus UIN Alauddin Makassar. Peran kunci Andi Ibrahim dalam penyelundupan mesin ini diungkapkan oleh AKBP Rheonald.

“Alat itu dimasukkan salah satu tersangka, inisial AI, itu ke dalam salah satu kampus di Gowa, yaitu menggunakan salah satu gedung, yaitu perpustakaan dan itu di malam hari,” jelas Rheonald.

Polisi sebelumnya menggerebek sebuah rumah di Jl Sunu 3, Kota Makassar, yang diketahui milik tersangka ASS, sebelum menemukan mesin pencetak uang palsu di kampus.

“Kalau kita lihat dari TKP buat cetak uang palsu, jadi di rumah saudara ASS Jl Sunu, Kota Makassar. Kemudian juga ada di Jl Yasin Limpo (UINAM), Gowa,” tambah Irjen Pol Yudhiawan.

Mesin cetak tersebut diduga telah digunakan untuk memproduksi uang palsu dalam jumlah besar sebelum akhirnya ditemukan oleh pihak berwenang.

Pihak kepolisian saat ini masih terus mengembangkan penyelidikan guna mengungkap jaringan peredaran uang palsu ini dan kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.

Kasus ini menjadi perhatian serius mengingat lokasi penyelundupan berada di dalam kampus yang seharusnya menjadi tempat pendidikan dan penelitian. (FZI)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *