Ulasankaltim.id, Samarinda – Tokoh masyarakat Samarinda Seberang, Al Habib Fuad Baraqbah, yang juga merupakan relawan pendukung pasangan calon (paslon) Gubernur Kaltim nomor urut 1, menegaskan pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban dalam proses Pilgub Kaltim. Ia mengungkapkan bahwa paslon nomor urut 1 telah menginstruksikan agar tidak ada pengerahan massa atau aksi ke kantor KPU dan Bawaslu Kaltim selama tahapan rekapitulasi suara.
“Paslon nomor 1 ingin memberikan teladan politik yang santun tanpa ada aksi kekerasan, bentrokan fisik, atau intimidasi. Kami ingin menunjukkan bahwa demokrasi bisa berjalan dengan damai dan tertib,” ujar Al Habib Fuad dalam keterangannya belum lama ini.
Instruksi ini, lanjutnya, mencerminkan komitmen paslon nomor 1 dalam menjaga kondusivitas wilayah dan menghindari kerusakan fasilitas umum yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.
Paslon nomor urut 1 juga menegaskan bahwa mereka lebih memilih menyelesaikan persoalan melalui jalur hukum sesuai mekanisme yang berlaku. “Kami akan mengikuti proses penyelesaian sengketa melalui Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK). Karena keputusan final ada di sana, bukan di jalanan,” tambahnya.
Pendekatan ini diharapkan menjadi contoh bagi seluruh pihak yang terlibat dalam kontestasi Pilkada, agar mengedepankan prinsip politik yang beretika dan sesuai aturan. Dengan demikian, stabilitas keamanan di Kalimantan Timur dapat terjaga, tanpa adanya potensi konflik yang merugikan masyarakat.
Paslon nomor urut 1, yang terdiri dari Isran Noor dan Hadi Mulyadi, mengajak seluruh pendukung dan masyarakat luas untuk tetap tenang dan mempercayakan hasil akhir kepada lembaga yang berwenang. “Mari kita jaga Kalimantan Timur sebagai contoh pelaksanaan demokrasi yang damai dan bermartabat,” tutup Al Habib Fuad. (FER)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









