Kejadian Viral Antara Ambulans dan Pengendara Mobil Merah Berakhir Damai

oleh -523 Dilihat
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Kasus viral yang melibatkan sebuah ambulans dan pengendara mobil merah akhirnya berakhir damai setelah melalui mediasi di Pos Polisi Jalan Meranti pada Kamis sore, 28 November 2024. Mediasi yang dipimpin oleh Kanit Turjawali IPDA Ismail tersebut berhasil menyelesaikan sengketa antara kedua belah pihak yang sempat memanas. Jumat (29/11/24).

Kejadian bermula ketika sebuah ambulans yang membawa pasien kritis berusaha melintas di jalan raya pada pukul 17.00 WITA, namun terlibat ketegangan dengan pengendara mobil merah. Dalam mediasi, kedua pihak sepakat untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dan saling meminta maaf. Driver ambulans (ki) menyampaikan bahwa pasien yang meninggal dunia bukan disebabkan oleh tindakan pengendara mobil merah, melainkan karena kondisi pasien yang sudah sangat kritis saat itu.

“Saya meminta maaf kepada pengendara mobil merah karena sempat terucap kata-kata yang tidak pantas secara spontan,” ujar sopir ambulans dalam pertemuan tersebut.

Pengendara mobil merah, yang diketahui bernama SL, juga mengungkapkan permintaan maaf. Ia menjelaskan bahwa tindakannya yang mengikuti ambulans hingga ke rumah sakit merupakan respons spontan setelah mendengar ucapan tidak pantas dari sopir ambulans. SL juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga pasien yang meninggal dunia.

Kuasa hukum SL, Yahya Tonang Tongqing, mengapresiasi langkah cepat dan netral dari pihak kepolisian dalam menangani kasus ini. “Kami berterima kasih kepada jajaran kepolisian yang cekatan dan netral dalam menyelesaikan permasalahan ini, sehingga tidak memperkeruh suasana. Ini adalah contoh baik bagaimana pihak kepolisian mampu mengayomi masyarakat,” kata Yahya.

Ia juga mengimbau agar netizen lebih bijak dalam menanggapi kejadian viral di media sosial. “Sebelum memberikan komentar atau hujatan, sebaiknya netizen mencari tahu terlebih dahulu mengenai permasalahan yang terjadi. Terima kasih juga kepada media yang telah membantu mengklarifikasi kejadian ini,” tambahnya.

Kapolresta Samarinda, melalui Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol Sonitehe Gulo, berharap agar semua pengguna jalan saling menghormati dan menjaga emosi. “Ambulans memang merupakan kendaraan prioritas, tetapi keselamatan pengguna jalan lainnya tetap harus diutamakan. Jangan sampai kehadiran ambulans justru menimbulkan kecelakaan,” tegasnya.

Kompol Gulo juga mengingatkan pentingnya sikap saling menghargai di jalan. “Kendaraan prioritas memiliki kepentingan tertentu, dan kita semua diharapkan bisa memahami serta menghargai keberadaannya untuk kelancaran dan keselamatan bersama,” tutupnya. (FDY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *