Ulasankaltim.id, Samarinda – Ketegangan terasa sejak pagi ketika agenda pembacaan putusan perkara penembakan di kawasan Crown Samarinda dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Negeri Samarinda, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (25/2/26). Aparat keamanan memperketat penjagaan untuk memastikan proses persidangan berjalan aman dan tertib.
Sejak awal kegiatan, pengamanan melibatkan personel gabungan dari Polri dan TNI yang ditempatkan di sejumlah titik strategis di sekitar gedung pengadilan.
Sekitar pukul 08.00 Wita, ratusan aparat terlihat telah bersiaga di area luar maupun dalam kompleks pengadilan. Sebagian personel mengenakan perlengkapan taktis lengkap, sementara lainnya menggunakan pakaian sipil untuk mendukung pengamanan terbuka.
Selain personel, kepolisian juga menyiagakan sejumlah kendaraan operasional untuk mengantisipasi situasi darurat. Kendaraan tersebut diparkir di bagian depan dan samping gedung pengadilan.
Kendaraan yang disiagakan meliputi mobil Rantis Brimob, kendaraan Dalmas, mobil Rayas, serta satu unit water cannon. Penempatan kendaraan dilakukan untuk memperkuat pengendalian situasi apabila terjadi peningkatan eskalasi massa.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar melalui Kabag Ops Kompol Zarma Putra menjelaskan bahwa pengamanan telah dipersiapkan sejak pagi hari.
Ia menyebutkan, apel kesiapan pasukan dilaksanakan sekitar pukul 07.00 Wita untuk memastikan seluruh personel memahami tugas dan pola pengamanan yang diterapkan.
Menurutnya, skema pengamanan dibagi dalam tiga lapisan. Ring pertama ditempatkan di dalam area persidangan, ring kedua di sekitar gedung, dan ring ketiga pada akses masuk kawasan pengadilan.
Petugas juga memberlakukan pembatasan jumlah pengunjung yang dapat masuk ke ruang sidang. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga ketertiban selama proses pembacaan putusan berlangsung.
Hanya keluarga inti pihak terkait yang diperbolehkan hadir secara langsung, dengan jumlah maksimal sekitar 20 orang pengunjung di dalam ruang sidang.
Selain pengaturan akses, aparat turut mengatur lokasi parkir kendaraan pengunjung agar tidak menimbulkan kepadatan di sekitar area pengadilan.
Dalam pengamanan tersebut, kepolisian melibatkan satu kompi personel Brimob dari Polda Kalimantan Timur, satu kompi Sabhara, serta unit pengendalian massa Polresta Samarinda yang didukung unsur TNI. Aparat juga menyiapkan dua kendaraan evakuasi khusus untuk mengamankan jaksa dan hakim apabila diperlukan selama jalannya persidangan. (Fdy)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









