Ulasankaltim.id, Samarinda – Gelombang optimisme terhadap penguatan peran zakat dalam pembangunan sosial kembali mengemuka saat laporan perkembangan penghimpunan dana umat dipaparkan dalam agenda Kaltim Berzakat 2026. Pertumbuhan angka pengumpulan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir dinilai menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat dan dukungan berbagai pihak terhadap pengelolaan zakat secara terstruktur.
Ketua Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Kalimantan Timur, Ahmad Nabhan, menyampaikan laporan tersebut dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Odah Etam, Senin (23/02/26). Paparan disampaikan di hadapan gubernur serta sejumlah pejabat daerah sebagai bagian dari evaluasi kinerja pengelolaan zakat regional.
Dalam pemaparannya, Ahmad Nabhan menjelaskan bahwa tren penghimpunan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) mengalami peningkatan signifikan selama periode lima tahun terakhir. Ia menilai pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah, ASN, serta partisipasi sektor swasta.
Data yang disampaikan menunjukkan bahwa pada tahun 2021, total penghimpunan ZIS berada di angka Rp6,8 miliar. Jumlah tersebut terus meningkat setiap tahun hingga mencapai Rp20.607.751.319 pada tahun 2025.
Menurutnya, kebijakan pemerintah daerah yang mendorong optimalisasi pembayaran zakat melalui instansi dan perusahaan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan penghimpunan dana.
Selain peningkatan tahunan, perubahan juga terlihat pada rata-rata penerimaan bulanan. Sejak Juli 2025, penerimaan zakat tercatat berada pada kisaran Rp1,1 miliar hingga Rp1,3 miliar per bulan, meningkat dari sebelumnya sekitar Rp450 juta.
Pada sisi penyaluran, sepanjang tahun 2025 BAZNAS Kalimantan Timur menyalurkan dana sebesar Rp23,1 miliar kepada masyarakat melalui sejumlah program prioritas.
Program pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu fokus utama dengan alokasi sekitar Rp6,7 miliar. Bantuan tersebut mencakup dukungan modal usaha kecil serta pengembangan sektor peternakan masyarakat.
Di bidang kemanusiaan, dana sebesar Rp10,4 miliar digunakan untuk membantu kebutuhan dasar kelompok rentan, termasuk bantuan rutin bagi lansia dan pembangunan Rumah Tunggal Layak Huni.
Sementara pada sektor kesehatan dan pendidikan, penyaluran difokuskan pada bantuan operasi celah bibir, program penanganan stunting, serta pemberian beasiswa bagi pelajar SMK hingga mahasiswa.
Meski capaian penghimpunan menunjukkan tren positif, Ahmad Nabhan mengungkapkan bahwa total pengumpulan ZIS se-Kalimantan Timur yang mencapai Rp184,7 miliar masih belum mencerminkan potensi sebenarnya yang diperkirakan menyentuh Rp6 triliun.
Ia berharap perusahaan-perusahaan di daerah dapat meningkatkan kontribusi zakat perusahaan dan penyaluran dana sosial melalui lembaga resmi, sehingga manfaat zakat dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan merata di Indonesia. (Fdy)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









