Dari Laut ke Industri, DPRD Kaltim Dorong Nilai Tambah Perikanan Bontang

oleh -268 Dilihat
Shemmy Permata Sari, Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Foto : Fzi)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Di tengah geliat ekonomi pesisir Kalimantan Timur, harapan baru bagi nelayan Kota Bontang mulai menguat. Dorongan pembangunan industri pengolahan hasil laut kini datang langsung dari lembaga legislatif provinsi, yang menilai sektor perikanan daerah tersebut belum dimaksimalkan secara optimal.

DPRD Kalimantan Timur mendorong Pemerintah Kota Bontang agar segera merealisasikan pembangunan sentra industri pengalengan ikan di kawasan pesisir. Infrastruktur ini diproyeksikan menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi berbasis kelautan.

Dorongan tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Shemmy Permata Sari. Ia menegaskan pentingnya percepatan hilirisasi sektor perikanan di wilayah tersebut.

Menurut Shemmy, potensi sumber daya ikan di Bontang sangat besar, namun belum mampu memberikan nilai tambah maksimal bagi masyarakat pesisir karena keterbatasan fasilitas pengolahan hasil tangkapan.

“Potensi perikanan di Bontang sangat menjanjikan, tetapi belum sepenuhnya memberi dampak ekonomi yang kuat karena minimnya sarana industri pengolahan,” ujar Shemmy dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, selama ini sebagian besar nelayan masih menjual hasil tangkapan dalam kondisi mentah. Pola tersebut membuat harga ikan sangat bergantung pada kondisi pasar harian dan musim tangkap.

Akibatnya, nelayan kerap menghadapi fluktuasi harga yang tajam, terutama saat hasil tangkapan melimpah. Tidak sedikit pula ikan yang akhirnya tidak terserap pasar dan harus dijual dengan harga rendah.

“Sebagai anggota DPRD, saya mendukung penuh pembangunan industri pengalengan ikan di Bontang. Ini akan mempercepat hilirisasi dan meningkatkan nilai tambah sektor perikanan,” kata Shemmy menegaskan.

Ia menyebutkan, ketidakstabilan harga merupakan masalah utama yang selama ini masih membayangi kehidupan nelayan. Ketergantungan pada pasar segar membuat pendapatan nelayan sulit diprediksi.

“Industri pengalengan akan memberikan kepastian pasar dan harga bagi nelayan, sehingga pendapatan mereka bisa lebih stabil dan berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Shemmy menekankan bahwa kehadiran sentra pengalengan tidak hanya berdampak pada sektor perikanan, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat, mulai dari tenaga produksi, teknisi, distribusi hingga administrasi.

“Ini bukan sekadar pembangunan industri, tetapi investasi jangka panjang bagi ekonomi Bontang. Jika dikelola dengan baik, sentra pengalengan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara menyeluruh,” pungkasnya. (DPRD KALTIM/ADV/Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *