Komisi IV Tekankan Pentingnya Fasilitasi Guru, Terutama di Wilayah 3T

oleh -258 Dilihat
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi (Foto : Fzi)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Di tengah tuntutan dunia pendidikan yang terus berkembang, perhatian terhadap nasib guru kembali menjadi pembahasan penting di Kalimantan Timur. Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, menyerukan agar Pemerintah Provinsi Kaltim memperkuat komitmen dalam meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan tenaga pendidik.

“Guru tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri menghadapi tantangan zaman,” ungkapnya.

Pernyataan itu ia sampaikan pada Jumat (28/11/25), bertepatan dengan momentum refleksi setelah Hari Guru Nasional pada 25 November. Darlis menilai bahwa peringatan tersebut semestinya mengingatkan pemerintah bahwa kualitas pendidikan bergantung pada dukungan nyata terhadap guru.

“Hari Guru bukan hanya seremonial, tetapi penanda tanggung jawab kita,” ujarnya.

Ia menyoroti bahwa pemerintah sering menaruh harapan besar kepada guru, namun belum diimbangi dengan upaya penguatan kompetensi yang memadai.

“Untuk membentuk guru yang unggul tentu ada syarat yang harus dipenuhi,” tegasnya.

Darlis juga menjelaskan bahwa perkembangan teknologi memaksa guru untuk terus memperbarui pengetahuan. Namun, tanpa dukungan yang jelas, peningkatan kapasitas sulit dicapai.

“Ini bukan soal kemampuan guru semata, tetapi soal bagaimana negara hadir mendukung mereka,” tambahnya.

Menurutnya, guru seharusnya tidak terus berada pada tingkat kemampuan yang sama. Pembaruan kompetensi harus diiringi dengan fasilitas dan akses pelatihan yang terstruktur.

“Pembelajaran berkelanjutan itu wajib, bukan pilihan,” kata Darlis.

Untuk mengakomodasi hal tersebut, ia mendorong pemerintah menyediakan program pelatihan profesi, pendampingan konseling, penguatan metode pembelajaran, hingga pelatihan kepemimpinan sekolah.

“Banyak instrumen yang bisa digunakan, tinggal kemauan pemerintah memperkuatnya,” ujarnya.

Ia juga memberikan perhatian khusus kepada guru di wilayah 3T yang menghadapi tantangan jauh lebih berat. Keterbatasan fasilitas membuat mereka membutuhkan dukungan lebih besar dari pemerintah provinsi.

Komisi IV DPRD Kaltim, lanjutnya, berkomitmen mengawasi pelaksanaan kebijakan agar pemerintah tidak hanya mengeluarkan program tetapi juga memastikan implementasinya berjalan.

“Kami akan tetap mengawal, karena ini menyangkut masa depan pendidikan,” tegasnya.

Dalam pandangannya, peningkatan insentif bagi guru honorer menjadi bagian penting dari penyelesaian masalah kesejahteraan.

“Insentif adalah bentuk penghargaan, sekaligus penopang bagi mereka untuk bisa menjalankan tugas dengan layak,” ujarnya.

Darlis menutup pernyataan dengan menekankan pentingnya dukungan menyeluruh.

“Ketika guru merasa dihargai dan didukung, mereka akan memberikan yang terbaik untuk peserta didik,” tuturnya. (DPRD KALTIM/ADV/Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *