DPRD Kaltim Soroti Kesiapan MBG: Komisi IV Minta Pelaksanaan Tak Dijalankan Secara Tergesa-Gesa

oleh -287 Dilihat
Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba (Foto : Fzi)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah pusat kembali menjadi perhatian publik di Kalimantan Timur setelah laporan mengenai ketidakmerataan pelaksanaan muncul dari sejumlah daerah. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran soal akses dan kualitas layanan yang diterima peserta didik di wilayah tersebut.

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba, menilai situasi ini perlu ditangani dengan hati-hati. Ia meminta pemerintah daerah memastikan kesiapan teknis sebelum memperluas implementasi program MBG. Menurutnya, langkah tergesa dapat mengulang persoalan yang sebelumnya terjadi di daerah lain.

Dalam pernyataannya, Baba menyebut bahwa berbagai kendala MBG banyak ditemukan di Pulau Jawa, khususnya Jawa Barat. Ia menegaskan pentingnya menjadikan pengalaman itu sebagai acuan Kaltim agar persoalan serupa tidak terulang.

“Banyak permasalahan MBG ditemukan di Jawa, khususnya di Jawa Barat,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa Kalimantan Timur belum menjalankan program tersebut secara menyeluruh. Dengan demikian, fase persiapan menjadi sangat penting agar pelaksanaan di setiap kabupaten dan kota memenuhi standar teknis yang ditetapkan pemerintah pusat.

Baba juga menyoroti aspek teknis pengolahan dan penyimpanan makanan yang sering kali menjadi titik lemah dalam program layanan pangan di sekolah. Ia menegaskan bahwa kualitas makanan bergantung pada kedisiplinan serta pemahaman petugas mengenai prosedur yang benar.

Ia mencontohkan kesalahan sederhana namun berdampak besar, seperti menutup rapat nasi yang baru matang.

“Jika nasi langsung ditutup saat masih panas, uap yang terperangkap bisa mempercepat pembusukan,” jelasnya.

Menurut Baba, kesalahan kecil seperti itu dapat mengurangi kualitas gizi dan bahkan menimbulkan risiko kesehatan bagi siswa. Karena itu, ia meminta sekolah dan pengelola dapur memperhatikan standar operasional secara ketat.

Selain itu, ia mendorong pemerintah daerah memperkuat sistem pengawasan sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan. Pengawasan yang berkelanjutan dianggapnya menjadi penentu keberhasilan program MBG.

“Keberhasilan program ini tidak cukup hanya dengan menyediakan dapur dan bahan baku,” ucapnya.

Ia menekankan bahwa disiplin pengelolaan harian dan pengawasan teratur menjadi faktor utama yang tidak boleh diabaikan.

Baba memastikan DPRD Kaltim akan mendukung penuh upaya pemerintah daerah dalam memperbaiki pelaksanaan MBG. Ia menegaskan bahwa dukungan legislatif menjadi bagian dari komitmen untuk meningkatkan layanan pendidikan dan kesehatan bagi generasi muda di Kaltim.  (DPRD KALTIM/ADV/Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *