Ulasankaltim.id, Samarinda — Sebuah video berdurasi 19 detik beredar luas di media sosial dan menghebohkan warga Samarinda. Video tersebut memperlihatkan aksi diduga percobaan pencurian bahan bakar minyak (BBM) di sebuah kapal tugboat yang tengah melintas di perairan Sungai Mahakam.
Peristiwa tersebut terjadi pada pagi hari, 26 Mei 2025. Lokasi kejadian disebut berada di sekitar kawasan Hartati, tak jauh dari jalur transportasi sungai yang kerap dilalui kapal-kapal niaga.
Video itu diunggah oleh akun Instagram @linimasa_samarinda. Dalam tayangan tersebut, tampak empat pria menaiki perahu ketinting, mendekati kapal tugboat dengan gerak-gerik mencurigakan.
Dalam narasi video, disebutkan bahwa keempat pria tersebut diduga kuat hendak mencuri BBM dari kapal. Namun, niat mereka keburu digagalkan oleh awak kapal yang memergoki aksi tersebut.
“Komplotan pencuri minyak di Sungai Mahakam kembali marak. Pagi ini kejadian dekat Hartati, ketahuan ABK malah lempar batu,” tulis keterangan video tersebut.
Unggahan itu segera menyita perhatian publik. Tak butuh waktu lama, video itu viral dan menuai reaksi keras dari warganet. Banyak yang mengecam aksi pelaku karena dianggap membahayakan keselamatan pelayaran dan merugikan pihak kapal.
Data Instagram menunjukkan, video itu telah disukai 1.900 pengguna, dibagikan sebanyak 151 kali, disimpan oleh 63 akun, dan mendapat 183 komentar.
Sebagian besar komentar menunjukkan rasa geram terhadap aksi pencurian di jalur vital transportasi sungai itu. Beberapa warganet juga meminta aparat bertindak cepat menindak para pelaku.
Menanggapi viralnya video tersebut, jajaran Satuan Polisi Air Polresta Samarinda segera melakukan penyelidikan. Mereka mengidentifikasi beberapa petunjuk dari rekaman dan keterangan saksi di lapangan.
Hasilnya, satu dari empat terduga pelaku berhasil diamankan lima hari setelah kejadian. Pelaku berinisial AD (37) ditangkap di kawasan Loa Buah, tepatnya di depan sebuah warung kelontong tak jauh dari Hotel Pada Idi.
Kasi Humas Polresta Samarinda, Ipda Novi Hari Setiawan, membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, AD berperan sebagai pengemudi perahu ketinting dalam aksi percobaan pencurian tersebut.
“Pada tanggal 31 Mei 2025, tim kami berhasil mengamankan satu pelaku berinisial AD alias BD. Dia terekam dalam video yang viral itu,” jelas Novi saat memberi keterangan pers.
Kepada polisi, AD mengaku bahwa ia tidak sendirian. Ada tiga pelaku lain yang masih dalam pengejaran, masing-masing berinisial D, J, dan D.
Berdasarkan pengakuan AD, aksi tersebut dilakukan demi alasan ekonomi. Ia mengaku terdesak kebutuhan hidup dan berharap bisa memperoleh uang dari penjualan BBM hasil curian.
Meski percobaan pencurian itu tidak sampai berhasil, pihak kepolisian tetap memproses kasus tersebut secara hukum. AD akan dikenakan pasal 53 jo 363 KUHP tentang percobaan pencurian, dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara.
Ipda Novi menegaskan, sejauh ini belum ada laporan kerugian materiil maupun korban jiwa akibat kejadian tersebut. Namun, upaya penyelidikan terus dilakukan.
“Bukti-bukti sedang kami kumpulkan, termasuk dugaan keterlibatan ketiga pelaku lainnya. Proses hukum tetap berjalan,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat dan pengguna jalur sungai untuk tetap waspada, terutama saat berada di perairan rawan seperti Sungai Mahakam.
Novi menambahkan, patroli air akan ditingkatkan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. Keamanan jalur perairan, kata dia, merupakan tanggung jawab bersama.
Sementara itu, netizen berharap kasus ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak, khususnya mereka yang mencoba mengambil jalan pintas di tengah kesulitan ekonomi. (Fzi)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









