Yulianus Henock: Umat Kristen Harus Jadi Teladan dalam Menjaga Kebhinekaan Indonesia

oleh -212 Dilihat
Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Kalimantan Timur, Dr. Yulianus Henock Sumual, S.H., M.Si., memimpin kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Foto : Fdy)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Kutai Barat – Kegiatan sosialisasi nilai kebangsaan kembali digelar di wilayah pedalaman Kalimantan Timur, menghadirkan ruang dialog yang menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman. Forum ini menjadi wadah untuk menghubungkan nilai keagamaan dengan semangat kebangsaan secara seimbang.

Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Kalimantan Timur, Dr. Yulianus Henock Sumual, S.H., M.Si., memimpin kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Lembaga Oikumene Kutai Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin MPR RI dalam memasyarakatkan nilai-nilai dasar berbangsa dan bernegara.

Acara berlangsung di GpdI Sekolaq Darat, Kecamatan Sekolaq Darat, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, dengan diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai unsur masyarakat dan jemaat. Senin (15/3/26)

Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut adalah “Menghidupi Nilai Kebhinekaan dalam Iman Kekristenan untuk Indonesia yang Bersatu,” yang menyoroti peran iman dalam memperkuat persatuan nasional.

Dalam pemaparannya, Yulianus Henock Sumual menjelaskan bahwa Empat Pilar MPR RI meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kehidupan berbangsa.

Ia menekankan pentingnya peran umat Kristen dalam menjaga keberagaman melalui nilai kasih yang diajarkan dalam iman. “Umat Kristen dipanggil untuk menghidupi nilai kebhinekaan dengan meneladani kasih Kristus yang tidak membeda-bedakan manusia,” ujarnya.

Menurutnya, sikap tersebut perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui tindakan nyata. “Hal ini dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati, menghargai perbedaan keyakinan, serta membangun hubungan yang harmonis dengan sesama warga bangsa,” katanya.

Ia juga menyoroti kondisi Indonesia sebagai negara dengan keberagaman yang tinggi. “Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman suku, bahasa, budaya, dan agama, sehingga umat Kristen memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi pembawa damai,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk mengedepankan nilai toleransi dan kepedulian. “Dengan mengedepankan kasih, kerendahan hati, dan sikap toleransi, umat Kristen dapat menunjukkan bahwa iman kepada Tuhan juga tercermin melalui kepedulian terhadap sesama tanpa memandang latar belakangnya,” tuturnya.

Yulianus juga mendorong keterlibatan aktif umat dalam kehidupan sosial dan kebangsaan. “Menghidupi kebhinekaan dalam iman Kristen juga berarti aktif terlibat dalam kehidupan sosial dan kebangsaan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa partisipasi dalam dialog lintas agama dan kerja sama sosial menjadi langkah konkret dalam membangun keharmonisan. “Nilai-nilai Injil seperti kasih, pengampunan, dan persaudaraan sangat relevan untuk memperkuat semangat persatuan,” ujarnya.

Dalam penjelasannya, ia menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa yang harus dijaga bersama. “Tanpa adanya sikap saling menghargai, keberagaman tersebut berpotensi menimbulkan konflik dan perpecahan,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki martabat yang sama. “Dalam perspektif iman Kristen, setiap manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Tuhan, sehingga layak dihargai,” ucapnya.

Menurutnya, nilai iman harus tercermin dalam kehidupan sosial. “Iman tidak hanya menjadi urusan spiritual pribadi, tetapi juga menjadi kekuatan moral yang mendorong terciptanya kehidupan yang damai,” jelasnya.

Untuk memperkuat nilai kebhinekaan, ia menekankan pentingnya peran pendidikan dan kegiatan sosial. “Penguatan nilai kebhinekaan perlu terus ditanamkan melalui pendidikan, kegiatan sosial, serta dialog lintas agama,” katanya.

Di akhir kegiatan, Yulianus berharap sosialisasi ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan pengamalan masyarakat terhadap nilai-nilai Empat Pilar MPR RI dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (Fdy)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *