Ulasankaltim.id, Samarinda — Sebuah rumah yang ditempati salah satu owner arisan online yang kini terseret kasus dugaan arisan bodong di Samarinda dilaporkan mengalami aksi penjarahan oleh orang tak dikenal. Peristiwa itu terjadi di Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, pada Rabu (3/12) sekitar pukul 00.00 Wita.
Keluarga pemilik rumah, yang merupakan mertua dari salah satu owner arisan tersebut, didampingi kuasa hukum, Dilarius Onesimus Moanjong, resmi melaporkan kejadian ini ke Polresta Samarinda pada Jumat malam.
Dilarius menyampaikan, laporan diajukan karena kuat dugaan telah terjadi tindak pencurian di rumah yang saat itu dalam keadaan kosong. “Hari ini kami sudah berkoordinasi dengan penyidik. Langkah awalnya adalah melakukan pengecekan TKP untuk melihat kondisi rumah dan mengidentifikasi barang-barang yang hilang,” ujarnya.
Menurut keterangan yang dihimpun dari tetangga, rumah tersebut diketahui dibobol sekitar pukul 01.00 Wita. Pelaku disebut datang menggunakan sebuah mobil pickup dan diduga melakukan aksi pembobolan dalam dua kali kedatangan.
Barang-barang di dalam rumah dilaporkan raib, termasuk gorden, mesin air, kompor tanam, televisi, AC, hingga sejumlah perabot lain. “Hampir seluruh peralatan rumah tangga diambil, sehingga rumah dalam kondisi kosong,” kata kuasa hukum.
Pelaku diduga masuk dengan cara mendobrak pintu utama. Sementara satu kamar lainnya dibobol melalui jendela karena tidak dapat dibuka dari bagian depan. Sejumlah kaca jendela ditemukan pecah.
Terkait kemungkinan keterkaitan dengan kasus arisan online yang saat ini sedang bergulir, Dilarius tidak menutup kemungkinan hal tersebut. Ia menyebut adanya ancaman melalui pesan WhatsApp yang diterima salah satu owner arisan sebelum kejadian pembobolan terjadi. Ancaman itu berisi peringatan bahwa jika permintaan tidak dipenuhi hingga batas waktu tertentu, pihak yang mengirim pesan akan melakukan tindakan.
“Kami menduga kuat aksi ini masih berhubungan dengan persoalan arisan online. Sebelumnya juga pernah ada member yang mengambil barang dari rumah tersebut, namun waktu itu atas izin owner. Karena alamat rumah memang sempat tersebar di grup,” jelasnya.
Meski demikian, Dilarius menegaskan seluruh dugaan tetap akan diserahkan sepenuhnya kepada proses penyelidikan aparat kepolisian. “Kami berharap penyidik dapat mengungkap siapa pelakunya dan apa motif sebenarnya,” tambahnya.
Rumah yang menjadi lokasi kejadian berada di kawasan Lempake, tepatnya di depan SMP 13 Samarinda. Penyidik Polresta Samarinda kini tengah melakukan pendalaman dan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengungkap kejadian tersebut. (Fzi)









