Polisi Lakukan Langkah Preventif, Gereja di Samarinda Disterilisasi Jelang Natal

oleh -287 Dilihat
Petugas Kepolisian dari Unit Jibom melakukan Sterilisasi di Beberapa Gereja di Samarinda menjelang malam Natal 2025 (Foto : Fzi)
banner 468x60

Ulasankltim.id, Samarinda – Menjelang malam suci Natal 2025, aparat keamanan bergerak lebih awal. Sejumlah gereja di Kota Samarinda disisir secara menyeluruh guna memastikan ibadah umat Kristiani berlangsung aman dan tanpa gangguan.

Pada Rabu (24/12/2025), Polresta Samarinda bersama personel Brimob Unit Penjinak Bom (Jibom) melaksanakan sterilisasi di beberapa gereja yang akan menggelar misa sejak sore hingga malam hari. Langkah ini merupakan bagian dari pengamanan preventif menjelang perayaan Natal.

Kepala Bagian Operasi Polresta Samarinda, Zarma Putra, menjelaskan sterilisasi dilakukan karena sebagian gereja telah memulai rangkaian ibadah pada sore hari, sehingga kondisi lokasi harus dipastikan benar-benar aman sebelum digunakan.

Ia menyebutkan, pada hari tersebut terdapat enam gereja yang menjadi sasaran sterilisasi. Beberapa di antaranya adalah Gereja Katedral Samarinda, gereja di kawasan belakang Kantor Gubernur Kalimantan Timur, serta gereja di sepanjang Jalan A Yani.

Menurut Zarma, proses sterilisasi dilakukan oleh personel Brimob Jibom dengan prosedur standar pengamanan, sebelum lokasi diserahkan kepada aparat kepolisian setempat untuk pengamanan lanjutan selama ibadah berlangsung.

“Setelah sterilisasi dinyatakan aman, pengamanan langsung dilaksanakan. Tempat ibadah diserahkan dalam kondisi steril dan siap digunakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, penentuan gereja yang disterilisasi dilakukan berdasarkan analisis intelijen. Faktor yang menjadi pertimbangan utama meliputi tingkat kerawanan serta kapasitas jemaat yang diperkirakan hadir.

Gereja dengan jumlah jemaat besar menjadi prioritas karena memiliki potensi kerawanan yang lebih tinggi. Oleh sebab itu, aparat memastikan seluruh prosedur pengamanan dilakukan secara ketat dan menyeluruh.

Dalam pelaksanaannya, personel Brimob menggunakan sejumlah peralatan pendeteksi, termasuk metal detector. Pemeriksaan dilakukan di seluruh area gereja, mulai dari ruang utama ibadah hingga bagian-bagian pendukung lainnya.

Zarma menegaskan, sterilisasi menyeluruh penting dilakukan untuk mengantisipasi potensi ancaman. Jika ditemukan kondisi tidak aman, risiko tidak hanya mengancam jemaat, tetapi juga aparat yang bertugas.

Setelah sterilisasi rampung, pengamanan terbuka dilanjutkan oleh personel Polsek setempat dengan dukungan unsur pengamanan lainnya. Pengamanan dilakukan selama rangkaian ibadah Natal berlangsung.

Sementara itu, pihak Gereja Katedral Santa Maria Penolong Abadi Samarinda menyatakan apresiasi atas langkah pengamanan yang dilakukan aparat kepolisian. Wakil Ketua Dewan Pastoral Paroki Katedral, Harry Sutadi, menyebut persiapan internal gereja telah dilakukan sejak dua pekan sebelumnya.

Menurut Harry, hingga H-1 Natal, kesiapan gereja telah mencapai hampir seluruhnya. Gereja Katedral juga menjadwalkan beberapa kali misa, yakni dua kali pada malam Natal dan dua kali pada Hari Natal.

Ia menjelaskan, pihak gereja telah menyiapkan pengaturan kapasitas jemaat di berbagai area, mulai dari ruang utama, tribun, basement, hingga area depan pastoran, dengan total daya tampung sekitar 3.500 umat.

Selain itu, gereja juga menerapkan pemeriksaan tambahan bagi jemaat sebelum memasuki area ibadah. Jemaat diimbau tidak membawa tas besar dan bersedia diperiksa sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan kenyamanan bersama selama perayaan Natal. (Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *