Penganiayaan Berdarah di Sempaja, Pria 56 Tahun Nyaris Kehilangan Lengan

oleh -203 Dilihat
Korban La Taka Saat Tiba Dirumah Sakit Abdul Wahab Syahrani (AWS) Untuk Mendapatkan Penanganan Medis (Foto : Yanur)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Warga di kawasan Jalan Batu Besaung, RT 28, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, dikejutkan dengan ditemukannya seorang pria dalam kondisi bersimbah darah, Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 14.30 Wita.

Pria tersebut diketahui bernama La Taka (56). Ia ditemukan tergeletak di area perkebunan yang berada di belakang rumah warga, tepat di bawah pohon pisang.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami sejumlah luka akibat senjata tajam. Luka terlihat pada bagian kepala sebelah kanan, lengan kanan, tangan kiri, serta kedua paha.

Kondisi luka pada lengan kanan korban cukup serius. Bagian tersebut bahkan disebut nyaris putus akibat sabetan benda tajam.

Pamapta 1 Polresta Samarinda Ipda Sofian Adi Cahyono mengatakan, pihaknya mendapat informasi bahwa korban diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan seorang pria bernama Jumise.

Dugaan sementara, peristiwa tersebut berkaitan dengan persoalan kecemburuan. Namun, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab dan rangkaian kejadian sebenarnya.

“Korban mengalami luka di kepala sebelah kanan, lengan kanan, paha sebelah kanan dan kiri, serta tangan sebelah kiri,” kata Sofian saat ditemui di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS).

Usai ditemukan, La Taka langsung dievakuasi menggunakan ambulans relawan menuju RSUD AWS. Hingga Jumat sore, korban masih menjalani perawatan medis.

Di sisi lain, pria yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut telah diamankan. Jumise sebelumnya diserahkan warga ke Mapolsek Sungai Pinang untuk menjalani pemeriksaan.

Korban dan Jumise diketahui saling mengenal. Bahkan, keduanya disebut tinggal tidak jauh dari lokasi korban ditemukan, dengan jarak rumah Jumise diperkirakan sekitar 100 meter.

Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang Iptu Dedi Lantang membenarkan bahwa Jumise telah diamankan. Saat ini penyidik masih memeriksa yang bersangkutan untuk mengungkap secara utuh kronologi maupun motif kejadian.

“Untuk pelaku sudah diamankan di Mapolsek Sungai Pinang. Saat ini pelaku tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Dedi.

Menurutnya, informasi mengenai kecemburuan yang diduga menjadi pemicu penganiayaan masih sebatas dugaan awal dan belum menjadi kesimpulan penyidik.

Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Di antaranya satu buah celurit, linggis, serta balok kayu.

Penyidik masih melakukan pendalaman dan mengumpulkan keterangan untuk memastikan bagaimana peristiwa penganiayaan itu terjadi.

“Kasus ini masih kami dalami,” pungkasnya.  (Yanur)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *