Pemkot Samarinda Bersiap Resmikan Teras Samarinda Tahap II, Targetkan Tuntas Total Jelang Akhir Tahun

oleh -202 Dilihat
Wali Kota Samarinda Andi Harun turun langsung memimpin inspeksi menyeluruh di teras samarinda (Foto akun instgaram @samarindaberadab)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Wajah baru lanskap tepian Sungai Mahakam kian nyata seiring kepastian Pemerintah Kota Samarinda untuk segera mengoperasikan Teras Samarinda Tahap II pada segmen 2, 3, dan 4. Otoritas setempat mengagendakan rangkaian peresmian ruang terbuka hijau tersebut mulai Sabtu, 29 Agustus 2026, guna memperluas akses rekreasi masyarakat di jantung ibu kota Kalimantan Timur.

Menjelang seremonial pembukaan, Wali Kota Samarinda Andi Harun turun langsung memimpin inspeksi menyeluruh pada malam hari guna menelaah keandalan seluruh infrastruktur penunjang. Langkah verifikasi lapangan ini difokuskan pada ketahanan fisik bangunan, sistem irigasi vegetasi, kesiapan sarana pendukung, hingga skema operasional jangka panjang saat ruang publik tersebut mulai dipadati warga.

“Insyaallah tanggal 29 mulai ada beberapa rangkaian peresmian. Malam hari ini kita melakukan finalisasi pengecekan akhir terhadap kesiapan Teras II untuk segmen 2, 3, dan 4,” ungkap Andi Harun di sela-sela peninjauan kawasan pesisir sungai tersebut.

Secara garis besar, hasil tinjauan teknis menunjukkan kesiapan infrastruktur telah memenuhi standar untuk dibuka bagi publik, kendati tim di lapangan masih mendapati beberapa detail konstruksi minor yang memerlukan sentuhan akhir. Andi menegaskan keberadaan sisa pekerjaan berskala kecil ini tidak akan menghambat jadwal pembukaan kawasan.

Pemerintah kota memastikan sisa pengerjaan tersebut tetap berada di bawah supervisi ketat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama pihak kontraktor pelaksana. Masa pemeliharaan resmi akan diberlakukan sebagai payung hukum penyelesaian seluruh kekurangan teknis maupun estetika bangunan tanpa membebani kas daerah di luar kontrak kerja.

“Secara umum lokasi ini sudah siap diresmikan. Dengan tetap bahwa pekerjaan-pekerjaan minor yang tersisa, walaupun nanti setelah diresmikan, akan tetap ditangani oleh pihak penyedia jasa,” ujar Andi menegaskan komitmen pengawasan kualitas proyek.

Kendati tiga segmen telah tuntas, operasionalisasi akhir Agustus ini belum mencakup keseluruhan bentang proyek Tahap II. Struktur segmen 1 yang dirancang sebagai jembatan penghubung langsung menuju area Teras Samarinda Tahap I masih berada dalam fase konstruksi aktif dengan tenggat kontrak hingga pengujung tahun.

“Yang kita akan resmikan adalah Teras 2 segmen 2, 3, dan 4. Masih tersisa nanti sampai Desember di Teras 2 juga segmen 1 yang jembatan itu yang langsung berhubung dengan teras tahap pertama,” terang figur nomor satu di jajaran Pemkot Samarinda tersebut.

Pemerintah Kota Samarinda menargetkan percepatan pekerjaan pada segmen 1 agar tuntas sebelum Desember 2026 berakhir. Ambisi ini dicanangkan agar seluruh ruas koridor Teras Samarinda dari tahap pertama hingga kedua dapat terintegrasi sempurna saat masyarakat merayakan momentum malam pergantian tahun 2026 menuju 2027.

Selain aspek struktural, ketahanan ruang terbuka hijau turut menjadi atensi serius menyusul dampak musim kemarau yang sempat membuat hamparan rumput mengering di sejumlah titik. Merespons kendala cuaca tersebut, pemkot menginstruksikan peremajaan vegetasi rusak sekaligus memperkuat jaringan penyiraman otomatis (sprinkler) dan pompa air guna menjamin pasokan cairan tanaman tetap terjaga.

“Beberapa tempat tadi kami tinjau seperti misalnya rumput karena memang cuaca kemarau. Ada yang kita perintahkan untuk diganti rumputnya. Sebagian sudah terganti,” kata Andi seraya menambahkan bahwa peremajaan perabot interior—seperti penggantian sofa lama yang tidak lagi selaras dengan estetika bangunan anyar—juga sedang dituntaskan.

Mengingat bentang kawasan yang teramat panjang dan luas, Pemkot Samarinda merombak strategi pemeliharaan lingkungan agar kinerja perawatan tetap prima. Penugasan kebersihan dan ketertiban tidak lagi dibebankan secara tunggal kepada Dinas Perhubungan (Dishub), melainkan dikolaborasikan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melalui skema zonasi terpadu.

“Kalau diserahkan semua ke Dishub itu akan kewalahan. Karena saking panjangnya tiga segmen di tahap kedua ini,” tutur Andi memaparkan rasionalisasi pembagian beban kerja lintas organisasi perangkat daerah tersebut.

Dalam pembagian teritorial tersebut, DLH bertanggung jawab mengelola kebersihan bentang koridor mulai dari area sekitar Masjid Raya Darussalam hingga tapal batas kawasan Pelindo. Sementara itu, Dishub tetap fokus menata sektor pertamanan dan lalu lintas penunjang demi memastikan efektivitas pemeliharaan aset daerah.

Instruksi tegas juga diarahkan kepada jajaran teknis terkait proses pembongkaran pagar proyek pembatas jalan eksisting, di mana lokasi steril harus dibersihkan dari endapan lumpur, air, dan lumut sebelum sekat dilepas. Hal ini demi mewujudkan estetika kawasan yang mulus dan menyatu secara visual dengan ruas jalan utama sejak hari pertama pemanfaatan.

Mengantisipasi kemacetan dan keterbatasan kantong parkir di sekitar tepian sungai, Pemkot merancang rekayasa lalu lintas dengan memusatkan parkir kendaraan pengunjung di area basement Pasar Pagi serta memasang pagar pembatas median jalan. Kebijakan ini sekaligus dirancang sebagai instrumen edukasi publik guna menumbuhkan kebiasaan tertib parkir dan budaya berjalan kaki ramah pejalan kaki.

Andi Harun menegaskan bahwa revitalisasi Teras Samarinda bukan sekadar proyek fisik mercusuar, melainkan komitmen menghadirkan ruang publik inklusif yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. “Yang penting ruang publiknya kita sudah rehabilitasi dan bisa menjadi sarana rekreasi baru, destinasi baru yang murah di Kota Samarinda ini,” pungkasnya. (Yanur)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *