Ulasankaltim.id, Samarinda – Warga Jl. Mugirejo Gang Lestari 1, RT 13, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, dikejutkan oleh penemuan mayat seorang lansia di dalam rumahnya pada Minggu (15/12/2024) pagi. Korban yang diketahui bernama S (77) ditemukan tak bernyawa setelah beberapa hari tidak terlihat keluar rumah.
Penemuan ini berawal ketika salah satu tetangga korban, Supangat (52), mencium aroma busuk yang berasal dari dalam rumah korban sekitar pukul 09.00 WITA. Ia segera memberitahukan hal tersebut kepada Ketua RT 13, Ahmad Royadi (41), untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.
Setelah berkoordinasi, Supangat dan Ahmad mencoba mengetuk pintu rumah korban. Namun, tidak ada jawaban. Kondisi rumah terkunci rapat, sehingga keduanya memutuskan untuk membongkar jendela guna memeriksa situasi di dalam. Ketika jendela berhasil dibuka, korban ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia dan jasadnya mulai membusuk dengan posisi terlentang diatas kasur.
Dari keterangan Supangat, korban sempat mengeluhkan sakit perut beberapa hari sebelum kejadian. Pada Senin (9/12/2024) dini hari, korban meminta tolong diantar ke RS Kurata Ayun untuk mendapatkan perawatan. Setelah menjalani pengobatan, korban kembali ke rumah pada siang harinya. Namun, pada sore harinya, ia kembali mengeluh sakit dan meminta diantar ke RS TNI untuk rawat jalan.
Sejak Selasa (10/12/2024), tetangga mulai curiga karena korban tidak lagi terlihat keluar rumah. Beberapa kali Supangat mencoba mengetuk pintu untuk memastikan kondisi korban, tetapi tidak ada respons. Namun, karena tidak ada tanda-tanda mencurigakan lainnya, warga sempat mengabaikan situasi tersebut.
Hingga Minggu pagi, aroma busuk yang menyengat dari dalam rumah membuat warga tidak bisa tinggal diam. Supangat, yang pertama kali menyadari bau tersebut, segera melaporkan ke Ketua RT untuk mengambil tindakan. Bersama-sama, mereka memastikan bahwa langkah pembongkaran jendela diperlukan demi keselamatan.
Setelah menerima laporan dari warga, Polsek Sungai Pinang bersama Tim Inafis Polresta Samarinda tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas mengamankan lokasi dan mengevakuasi jasad korban ke RS Abdul Wahab Syahranie guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Penyebab pasti kematian korban hingga kini masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara, korban meninggal karena sakit yang dideritanya, mengingat riwayat pengobatan yang dilaporkan saksi. Namun, kepolisian tetap menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan kronologi dan faktor penyebabnya.
Warga sekitar mengaku prihatin atas kejadian ini. Ketua RT, Ahmad Royadi, mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap tetangga yang tinggal sendiri, terutama lansia. “Kita harus saling menjaga. Kalau ada yang tidak terlihat atau terdengar kabarnya, segera laporkan agar tidak terjadi hal-hal seperti ini,” ujarnya. (FZI)









