Ulasankaltim.id, Samarinda – Setelah dilakukan pencarian intensif selama tiga hari, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan korban tenggelam di perairan Sungai Mahakam, kawasan Sungai Kapih, tepatnya di bawah Jembatan Ahmad Amin (Mahkota II), Kota Samarinda, pada Rabu (28/1/26).
Korban diketahui merupakan seorang anak berusia 7 tahun yang sebelumnya dilaporkan tenggelam. Penemuan korban disampaikan langsung oleh Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi, saat ditemui di Posko SAR Gabungan yang berlokasi di Jalan Ciptomangunkusumo, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir.
Mardi Sianturi menjelaskan bahwa Tim SAR Gabungan telah melakukan penyisiran sejak pagi hari dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, relawan, aparat, hingga masyarakat sekitar. Upaya pencarian dilakukan secara menyeluruh dengan menyusuri aliran Sungai Mahakam hingga radius sekitar 18 kilometer dari titik awal kejadian.
“Tim SAR Gabungan mendapatkan informasi dari ABK kapal serta warga sekitar yang melihat adanya dugaan korban berada di sela-sela kapal tugboat TB Mahkota dan TB Marina. Setelah menerima informasi tersebut, tim langsung bergerak cepat melakukan evakuasi,” ujar Mardi.
Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dengan posisi telungkup dan mengambang di perairan. Identitas korban kemudian dipastikan oleh pihak keluarga berdasarkan pakaian yang dikenakan korban, yang sesuai dengan keterangan sebelumnya.
Dalam proses pencarian, Tim SAR Gabungan menghadapi sejumlah kendala, di antaranya derasnya arus Sungai Mahakam serta banyaknya rintangan berupa tumpukan sampah dan material yang menyulitkan penyisiran, terutama sejak hari pertama hingga hari ketiga pencarian.
“Arus sungai yang cukup kuat dan banyaknya obstakel menjadi tantangan utama selama operasi pencarian,” tambahnya.
Setelah proses evakuasi selesai, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka. Pihak keluarga tampak terpukul atas kehilangan anak tercinta.
Atas peristiwa tersebut, Tim SAR Gabungan menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Mardi Sianturi juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur Tim SAR Gabungan serta masyarakat yang telah membantu dan mendoakan agar korban dapat segera ditemukan.
“Kami mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban dan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam operasi pencarian,” tutupnya. (Fdy)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









