Kendaraan Tumbang, Wali Kota Samarinda: Saatnya Uji BBM Secara Jujur

oleh -523 Dilihat
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, sampaikan pernyataan terkait dengan permasalahan mesin kendaraan yang rusak setelah mengisi BBM (Foto : Ist)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Mesin  mogok, kendaraan berhenti mendadak, dan antrean panjang di bengkel mulai menjadi pemandangan harian di Samarinda. Di balik kerusakan massal itu, muncul satu dugaan mencemaskan: BBM yang dikonsumsi masyarakat bukan lagi bahan bakar, melainkan ancaman. Di tengah gelombang keresahan ini, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, akhirnya bersuara.

Setelah sekian lama diam, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, akhirnya memecah kebisuan. Suaranya terdengar tegas, menyerukan pentingnya penyelidikan yang tak bisa dianggap remeh. Selasa (8/4/25).

Di tengah simpang siur informasi dan opini publik yang liar, Andi Harun memilih langkah hati-hati. Ia menolak turun langsung ke lapangan sebelum ada kejelasan dari hasil investigasi menyeluruh.

“Bukan berarti kami tidak peduli,” ujarnya dengan nada serius. “Tapi langkah harus berdasar pada bukti, bukan sekadar sensasi.”

Menurutnya, terlalu banyak pihak yang terburu-buru menyatakan BBM di SPBU aman. Padahal, belum ada dasar ilmiah yang bisa membenarkan klaim tersebut.

“Kalau di bengkel filter bensin kotor dan kerusakan kendaraan merata, itu bukan kebetulan,” tegasnya. “Jangan abaikan fakta demi menjaga citra.”

Ia menyerukan pentingnya uji laboratorium independen terhadap sampel BBM. Bukan hanya dari SPBU, tapi juga dari kendaraan rusak dan pom mini yang banyak beroperasi di kota.

Langkah itu, menurutnya, adalah satu-satunya cara untuk memutus silang pendapat dan menyingkap kebenaran.

Andi Harun juga menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh berpihak pada asumsi. Netralitas harus dijaga, dan keberpihakan hanya boleh diberikan pada data yang objektif.

“Kita tidak sedang bermain-main. Ini menyangkut kepercayaan publik dan keselamatan pengguna jalan,” ucapnya penuh tekanan.

Ia menyatakan akan segera mengambil langkah konkret. Tim akan dikerahkan untuk mengambil sampel BBM dari berbagai titik di Samarinda.

Hasil pengujian laboratorium nantinya akan diumumkan secara terbuka. Ia ingin publik tahu apa yang sebenarnya terjadi, tanpa ditutup-tutupi.

“Kita tak ingin masyarakat dihantui ketakutan setiap kali mengisi bahan bakar,” lanjutnya. “Kepercayaan harus dipulihkan, dan itu dimulai dari kejujuran.”

Meski belum bisa menyebut siapa pihak yang harus bertanggung jawab, Wali Kota memastikan tidak akan ada toleransi jika terbukti ada pelanggaran.

“Kami tak segan membawa persoalan ini ke ranah hukum jika terbukti ada unsur kesengajaan meracuni BBM masyarakat,” tegasnya lagi.

Samarinda menunggu jawaban. Di tengah kegelisahan, suara Wali Kota menjadi harapan akan hadirnya keadilan di antara bau bensin yang mencurigakan. (Fer)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *