Kabar Balasan Usai Penembakan Samarinda Dibantah Keluarga dan RT Setempat

oleh -470 Dilihat
Pesan yang beredar di media sosial dan whatsapp grub (Bidik layar dari salah satu akun di facebook)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Beredarnya kabar tentang rencana aksi balasan pasca-penembakan terhadap DIP (34) dipastikan tidak benar. Keluarga korban dan tokoh masyarakat menegaskan informasi tersebut adalah hoaks yang berpotensi memecah ketenangan publik.

Isu tersebut mencuat setelah insiden penembakan yang terjadi pada Minggu (4/5/2025) pukul 04.20 WITA di depan sebuah tempat hiburan malam di Jalan Imam Bonjol, Samarinda. Kejadian ini menewaskan Dedy, warga Gang Bhakti, Lambung Mangkurat.

Informasi menyesatkan itu tersebar luas melalui media sosial tak lama setelah kejadian, memicu kekhawatiran akan kemungkinan kerusuhan susulan. Namun, pihak keluarga dan tokoh lingkungan buru-buru membantah kabar tersebut.

DIS, kakak kandung korban, menyampaikan pernyataan resmi kepada media. Ia menegaskan bahwa keluarga tidak memiliki niat membalas aksi kekerasan tersebut.

“Kami tegaskan bahwa kabar soal aksi balasan itu tidak benar. Itu hoaks. Kami menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada aparat penegak hukum,” kata DIS, Senin (5/5/2025).

Menurutnya, keluarga besar korban di Lambung Mangkurat tetap menjunjung tinggi proses hukum. Mereka berharap penyelidikan berjalan transparan dan para pelaku dihukum seadil-adilnya.

“Kami tidak akan melakukan tindakan di luar hukum. Harapan kami, kasus ini segera diselesaikan secara adil,” ujarnya.

Pernyataan senada juga datang dari Ketua RT 41 Gang Bhakti, Kelurahan Pelita, Samarinda Ilir, Robyanoor. Ia membantah adanya rencana balasan dari warganya.

“Saya menjamin warga saya tidak terlibat atau merencanakan aksi balasan. Warga kami tetap tenang,” tegasnya.

Robyanoor juga meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama yang tidak bersumber dari pihak berwenang.

“Jangan mudah percaya dengan video atau narasi yang belum tentu kebenarannya. Jangan sampai terprovokasi,” tambahnya.

Ia mengapresiasi langkah cepat pihak kepolisian yang telah menangkap sejumlah tersangka dan menjaga kondusivitas di lingkungan mereka.

“Terima kasih kepada aparat yang telah bertindak cepat. Situasi di wilayah kami aman dan terkendali,” ujarnya.

Sementara itu, polisi masih terus mendalami kasus penembakan tersebut. Proses penyelidikan difokuskan pada motif kejadian dan peran masing-masing pelaku.

Pihak berwenang juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi karena dapat menghambat proses hukum.

Insiden berdarah ini menjadi perhatian publik di Samarinda. Namun, upaya menjaga ketertiban tetap menjadi prioritas utama semua pihak. (Fer)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *