Insiden Unik di Samarinda, Alat Vital Pria Terjebak Bearing Motor

oleh -194 Dilihat
Kondisi Bearing setelah di Lepas ( Foto : Istimewa)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Seorang pria di Samarinda harus mendapatkan penanganan medis darurat di Rumah Sakit AW Syahranie setelah alat vitalnya terjebak dalam sebuah bearing motor dan tidak dapat dilepaskan.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu (25/12) itu membuat pihak rumah sakit meminta bantuan kepada Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Samarinda untuk menangani kasus yang tidak biasa ini. Tim Damkar segera diterjunkan ke lokasi untuk membantu proses pelepasan.

Fajar khairi, petugas pemadam kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari rumah sakit mengenai pasien laki-laki yang memerlukan bantuan pelepasan bearing dari alat kelaminnya. Proses tersebut memerlukan ketelitian tinggi untuk menghindari cedera lebih lanjut pada pasien.

“Proses pemotongan bearing berlangsung selama kurang lebih satu jam. Kami menggunakan gurinda kecil, tetapi menghadapi kendala karena bahan bearing terbuat dari baja yang sangat tebal,” kata Fajar dalam keterangannya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi alat vital pasien sebelum proses pemotongan sudah mengalami pembengkakan. Hal ini menambah tingkat kesulitan dalam penanganan yang dilakukan tim Damkar.

Untuk mengurangi risiko cedera, tim menggunakan pelindung berupa plat tipis yang ditempatkan di atas kulit alat vital pasien. Lapisan ini berfungsi melindungi kulit dari gesekan langsung dengan mata gurinda selama proses pemotongan berlangsung.

Selain itu, penyiraman air secara berkala juga dilakukan selama proses pemotongan. Langkah ini bertujuan meredam panas yang ditimbulkan dari gesekan antara besi dan alat pemotong sehingga mencegah luka bakar atau kerusakan jaringan pada alat vital pasien.

Setelah upaya yang cukup panjang dan penuh kehati-hatian, bearing akhirnya berhasil dilepaskan. Pasien kemudian diserahkan kembali ke tim medis rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai alasan atau motif di balik insiden tersebut. Namun, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan segera mencari pertolongan medis jika mengalami situasi darurat serupa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *