Ulasankaltim.id, PPU – Di tengah tuntutan dunia pendidikan yang semakin dinamis, para guru Bahasa Inggris SMK di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berupaya memperkuat kemampuan profesionalnya melalui kegiatan workshop yang digelar di SMK Negeri 3 PPU, Jalan Negara KM 47 Babulu Darat, Kecamatan Babulu, Kalimantan Timur. Senin (10/11/25)
Kegiatan ini diinisiasi oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris SMK Kabupaten PPU dan di support oleh cabang dinas pendidikan wilayah 1 kaltim serta melibatkan MKKS karena kegiatan ini ditujukan sebagai wadah peningkatan kompetensi dan kolaborasi antarguru dan diharapkan berdampak positif ke peserta didik di satuan Pendidikan masing masing.
Workshop tersebut mengusung tema “Empowering Vocational English Teachers: Enhancing Speaking Skills for Effective Classroom Communication”, yang menekankan pentingnya kemampuan berbicara bagi guru dalam menciptakan komunikasi yang efektif dengan menggunakan metode interaktif di ruang kelas.
Ketua MGMP Bahasa Inggris SMK Kabupaten PPU, Ferlinda Uliani, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membantu para guru memperdalam keterampilan berbicara Bahasa Inggris agar lebih siap menghadapi kebutuhan pembelajaran abad ke-21 khususnya di bidang vokasi.
“Workshop ini kami selenggarakan sebagai wadah peningkatan kompetensi bagi guru Bahasa Inggris SMK di Kabupaten Penajam Paser Utara,” ungkap Ferlinda. “Melalui kegiatan ini, kami berharap para guru dapat memperdalam kemampuan berbicara dalam Bahasa Inggris yg komunikatif serta mengaplikasikannya secara efektif dalam proses pembelajaran di kelas.”
Lebih lanjut, Ferlinda menegaskan bahwa tema workshop mencerminkan semangat pemberdayaan bagi para pendidik agar lebih percaya diri dalam berkomunikasi dan menginspirasi peserta didik.
“Dengan kemampuan berbicara yang baik, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga menjadi inspirator bagi siswa untuk menggunakan Bahasa Inggris secara aktif,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak sekadar pelatihan teknis, melainkan sebuah proses penguatan profesionalisme dan pengembangan karakter guru yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.
“Kami ingin setiap peserta mampu membawa perubahan positif di sekolah masing-masing, terutama dalam menciptakan suasana belajar Bahasa Inggris yang interaktif, menyenangkan, dan relevan dengan dunia kerja,” tuturnya.
MGMP berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya bersama dalam membangun ekosistem pembelajaran Bahasa Inggris yang adaptif terhadap perkembangan global.
“Dengan kolaborasi yang solid antara MGMP, sekolah, dan para pemangku kepentingan pendidikan, kami optimistis dapat mewujudkan pembelajaran Bahasa Inggris yang selaras dengan kebutuhan peserta didik di era industri dan globalisasi,” pungkas Ferlinda. (Fer)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id








