Ulasankaltim.id, Samarinda – Suasana penyampaian aspirasi di Kalimantan Timur kembali menjadi perhatian publik. Di tengah gelombang aksi mahasiswa dan masyarakat, suara imbauan datang dari anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, yang juga Sekretaris Umum Persekutuan Dayak Kalimantan Timur, Dr. Yulianus Henock Sumual, SH, M.Si.
Yulianus Henock mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat di muka umum memang dilindungi undang-undang. Namun, menurutnya, kebebasan itu harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Ia menekankan, aspirasi yang disampaikan hendaknya juga diiringi dengan solusi. Bagi Yulianus Henock, perjuangan mahasiswa dan masyarakat tidak berhenti pada kritik, melainkan harus ikut membangun bangsa.
Dalam pernyataannya, Yulianus Henock meminta seluruh pihak menjaga suasana kondusif. Ia menegaskan, aksi unjuk rasa tidak boleh ditunggangi pihak-pihak yang ingin menimbulkan kerusuhan.
Menurutnya, kehadiran oknum perusuh bisa berujung pada perusakan fasilitas umum, penjarahan, hingga menimbulkan korban jiwa. Hal itu, kata Yulianus, harus dicegah bersama-sama.
Ia mengingatkan, setiap kerusakan fasilitas umum akan merugikan masyarakat luas. Pasalnya, pembangunan kembali infrastruktur tersebut menggunakan dana negara yang bersumber dari rakyat.
“Jika terjadi perusakan, maka yang dirugikan adalah masyarakat sendiri. Selain itu, wajah mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa akan tercoreng,” ujarnya.
Yulianus Henock juga menegaskan perlunya langkah tegas aparat keamanan. Ia meminta aparat bertindak terhadap oknum yang menyusupi aksi dengan tindakan anarkis maupun perbuatan kriminal.
Menurutnya, keberadaan oknum perusuh bisa mengalihkan tujuan utama dari penyampaian aspirasi mahasiswa dan masyarakat. Padahal, substansi tuntutan seharusnya mendapat ruang untuk didengar secara serius.
Dalam kapasitasnya sebagai wakil daerah Kalimantan Timur di Senayan, Yulianus Henock menyatakan mendukung mahasiswa. Dukungan itu ia sampaikan sepanjang aksi dijalankan dengan damai dan bertujuan memperjuangkan keadilan.
“Saya mendukung suara mahasiswa bersama rakyat Kalimantan Timur untuk keadilan dan kesejahteraan daerah,” ungkapnya.
Ia menilai, mahasiswa memiliki peran strategis dalam membawa aspirasi rakyat. Namun, peran tersebut harus dijaga agar tidak berubah menjadi catatan negatif akibat aksi destruktif.
Yulianus Henock mengajak seluruh elemen masyarakat agar tetap bersatu menjaga keamanan dan kedamaian. Menurutnya, persatuan adalah modal penting bagi pembangunan daerah.
Ia menutup pernyataannya dengan ajakan agar aksi unjuk rasa menjadi ruang sehat bagi demokrasi. “Mari kita jaga bersama, agar suara mahasiswa dan rakyat bisa sampai tanpa harus merugikan sesama,” kata Yulianus Henock. (Fzi)









