Ulasankaltim.id, Samarinda – Sunyi Sungai Mahakam pecah oleh suara isak tangis. Setelah dua hari pencarian yang penuh harap dan kecemasan, Nabila Safitri, bocah sembilan tahun yang sebelumnya dilaporkan hilang, akhirnya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. Ia tenggelam saat mencuci pakaian bersama ibunya di tepi sungai yang arusnya deras.
Nabila dilaporkan tenggelam bersama ibunya, Sri Wahyuni, pada Rabu siang (30/7), saat mereka mencuci pakaian di jamban yang berada di bantaran Sungai Mahakam, Jalan Lumba-Lumba, Kelurahan Selili, Samarinda.
Tim SAR gabungan menemukan jasad Nabila pada Kamis sore (31/7) sekitar pukul 16.02 Wita. Tubuhnya ditemukan tidak jauh dari lokasi awal dia dinyatakan hilang.
Koordinator Basarnas Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi, mengatakan bahwa jenazah pertama kali terlihat oleh seorang relawan bernama Sarani. Temuan itu segera dilaporkan ke tim SAR lainnya di lokasi.
“Saat ditemukan, tubuh korban berada di pinggir sungai dan tertindih potongan kayu,” ungkap Mardi. Proses evakuasi berlangsung singkat dan lancar.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. Suasana haru menyelimuti kedatangan jenazah di tengah keluarga yang menanti sejak kemarin.
Nabila menjadi korban kedua yang ditemukan. Sebelumnya, sang ibu, Sri Wahyuni, juga ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di lokasi yang tak jauh dari tempat kejadian.
Peristiwa nahas itu terjadi ketika ibu dan anak tersebut tengah mencuci pakaian seperti biasanya. Namun arus sungai yang deras diduga menyeret keduanya ke tengah sungai.
Tim SAR gabungan mengerahkan berbagai peralatan dan personel untuk melakukan pencarian sejak Rabu sore. Masyarakat sekitar turut membantu dengan memberikan informasi dan dukungan logistik.
“Selama dua hari pencarian, kami dibantu oleh banyak pihak. Ini menunjukkan solidaritas dan kepedulian yang tinggi,” ujar Mardi.
Mardi menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat, termasuk relawan, aparat keamanan, dan warga setempat. Ia berharap tragedi serupa tidak kembali terjadi.
“Terima kasih sebesar-besarnya untuk semua yang sudah membantu. Semoga seluruh amal ibadahnya diterima Tuhan,” ucapnya.
Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban serta warga Kelurahan Selili yang mengenal baik sosok Nabila dan ibunya.
Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan di sekitar bantaran sungai, terutama saat musim hujan ketika debit air meningkat.
Pihak Basarnas juga mengimbau warga untuk lebih berhati-hati dan segera melapor jika terjadi kecelakaan serupa agar proses evakuasi dapat dilakukan lebih cepat dan efektif. (Fer)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









