Dari Balik Kloset Menuju Jalan Bebas, 15 Tahanan Samarinda Kota Kabur Massal

oleh -463 Dilihat
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Suasana tenang di Markas Polsek Samarinda Kota mendadak berubah menjadi kepanikan pada Minggu siang, 19 Oktober 2025. Dari balik jeruji besi yang seharusnya menjadi tempat pengawasan ketat, belasan tahanan justru berhasil menghilang tanpa jejak.

Aksi pelarian itu bukan kejadian spontan. Sebanyak 15 orang tahanan kabur setelah merencanakan langkahnya secara matang. Mereka memanfaatkan titik lemah di ruang tahanan tepat di belakang kloset sebagai jalur keluar menuju kebebasan sementara.

Peristiwa tersebut pertama kali terungkap sekitar pukul 14.00 WITA, ketika petugas jaga melakukan pemeriksaan rutin. Dari 30 tahanan yang seharusnya berada di dalam sel, hanya separuh yang tersisa.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa lubang pelarian ditemukan setelah petugas melihat kerusakan mencurigakan pada bagian belakang kloset di salah satu ruang tahanan.

“Dari hasil pengecekan, diketahui para tahanan menjebol bagian belakang kloset dan membuat lubang di dinding berdiameter sekitar 35 hingga 40 sentimeter,” ujar Hendri Umar saat memberikan keterangan resmi.

Dugaan awal menyebutkan, rencana itu telah disusun sejak dua hari sebelumnya, yakni pada Jumat malam. Informasi tersebut diperoleh dari salah satu tahanan yang berhasil diamankan kembali setelah upaya pelarian.

Para pelaku memanfaatkan barang-barang yang ada di dalam sel untuk menembus dinding. Pipa besi bekas jemuran dan paku logam diubah fungsinya menjadi alat congkel yang digunakan bergantian selama dua hari.

“Pipa jemuran mereka rusak dan dijadikan alat untuk melubangi dinding. Paku jemuran juga dimodifikasi untuk mengetok tembok sedikit demi sedikit,” jelas Kapolresta.

Lubang yang mereka buat cukup untuk dilalui satu per satu. Setelah berhasil keluar dari ruang sel, para tahanan bergegas meninggalkan lokasi, sementara penghuni sel lainnya yang terpisah tidak ikut dalam pelarian.

Kepolisian menyebut, para tahanan yang melarikan diri bukan pelaku kejahatan ringan. Di antara mereka, tujuh orang terjerat kasus pencurian dengan pemberatan, tiga orang kasus curanmor, dua kasus penggelapan, dan tiga lainnya kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.

“Mereka rata-rata tersangkut perkara serius. Karena itu, kami langsung memperluas pencarian dan memperketat pengawasan di seluruh wilayah kota,” tegas Hendri Umar.

Gerak cepat aparat membuahkan hasil. Dalam waktu kurang dari lima jam, tim gabungan berhasil menangkap enam tahanan di beberapa lokasi berbeda di Samarinda.

Penangkapan dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Samarinda Kota, dibantu Unit Jatanras Polresta Samarinda serta Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kaltim. Salah satu yang tertangkap disebut sebagai otak dari aksi pelarian ini.

“Enam orang berhasil kami amankan. Dua pelaku Curat, satu Curanmor, dua penggelapan, dan satu pelaku asusila. Salah satu di antaranya adalah perencana utama,” kata Hendri Umar.

Untuk sementara, keenam tahanan tersebut dipindahkan ke Mapolresta Samarinda. Hal ini dilakukan karena kondisi ruang tahanan di Polsek Samarinda Kota mengalami kerusakan cukup parah akibat pembobolan.

Sementara itu, langkah pengamanan diperketat di seluruh jalur keluar kota. Polisi menempatkan personel di terminal bus, pelabuhan, dan bandara untuk mengantisipasi upaya pelarian lebih jauh.

Salah satu tahanan bahkan berhasil dicegat di tengah perjalanan menuju Kota Bontang, setelah polisi mendapat informasi cepat dari pihak agen travel.

“Kami sudah siagakan personel di Terminal Sungai Kunjang, Seberang, Lempake, Pelabuhan Samarinda, hingga Bandara APT Pranoto. Kami juga berkoordinasi dengan Polres Kukar, Bontang, dan Balikpapan,” jelasnya.

Hingga malam hari, kepolisian masih memburu sembilan tahanan yang belum tertangkap. Tim gabungan dari Reskrim, Intelkam, dan Bhabinkamtibmas diterjunkan untuk menyisir lokasi-lokasi yang dicurigai menjadi tempat persembunyian.

Kapolresta Samarinda mengimbau para tahanan yang masih berkeliaran agar menyerahkan diri secara sukarela sebelum tindakan tegas diambil.

“Seluruh identitas dan foto para tahanan sudah kami sebar. Lebih baik menyerahkan diri secara baik-baik daripada harus ditindak secara keras,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut membantu memberikan informasi jika melihat tanda-tanda mencurigakan di lingkungan sekitar. Koordinasi telah dilakukan dengan perangkat RT, RW, hingga kelurahan untuk mempercepat proses pencarian.

“Kami berharap masyarakat turut berperan aktif. Informasi sekecil apa pun bisa membantu kami menangkap mereka secepatnya,” tutup Kapolresta. (Fer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *