Ulasankaltim.id, IKN — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan Kalimantan Timur, Dr. Yulianus Henock Sumual, SH, M.Si, turut menghadiri penutupan Festival Lomba Sumpit yang digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (2/8/25).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Budaya Nusantara, yang telah berlangsung selama beberapa hari dan ditutup secara resmi oleh Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin, pada 2 Agustus 2025.
Sebanyak 12 provinsi turut serta dalam festival ini. Selain lomba sumpit, acara penutupan juga dimeriahkan dengan pengumuman pemenang Nusantara Short Film Festival 2025 sebagai bagian dari upaya memperkuat citra budaya lokal di kancah nasional.
Dalam sambutannya, Alimuddin mengungkapkan bahwa Festival Budaya Nusantara akan didorong menjadi agenda tahunan resmi Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). Ia berharap, pada penyelenggaraan berikutnya, seluruh 38 provinsi di Indonesia dapat berpartisipasi aktif.
Dr. Yulianus Henock menyampaikan apresiasinya kepada Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, atas pelaksanaan lomba sumpit di kawasan IKN. Menurutnya, penyelenggaraan ini merupakan bentuk nyata keterlibatan warga Kalimantan Timur dalam proses pembangunan ibu kota baru.
“Ini bukan sekadar lomba, tetapi simbol penghormatan terhadap kearifan lokal Kalimantan,” ujar Yulianus dalam pernyataannya di lokasi acara.
Ia menekankan bahwa sumpit bukan hanya alat tradisional, melainkan juga warisan budaya yang mencerminkan identitas masyarakat lokal. Karena itu, ia menilai penting untuk terus melestarikan dan mengenalkan olahraga tradisional ini kepada generasi muda.
“Dengan dukungan penuh dari OIKN, kegiatan ini bisa berjalan lancar hingga penutupan. Ini patut kita apresiasi bersama,” tambahnya.
Sebagai putra daerah, Yulianus mengaku bangga atas keberadaan event ini di IKN. Ia menilai bahwa kehadiran festival semacam ini tak hanya memperkenalkan budaya Kalimantan, tetapi juga memperluas eksposur IKN secara nasional maupun internasional.
Menurutnya, momen ini menjadi salah satu cara paling efektif untuk mempertemukan identitas lokal dengan pembangunan skala nasional yang sedang berlangsung di Kalimantan Timur.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendukung proses pembangunan IKN hingga selesai. “Kita semua memiliki tanggung jawab kolektif dalam menyukseskan pembangunan ini,” katanya.
Festival ini, kata Yulianus, adalah contoh kolaborasi antara pelestarian budaya dan penguatan peran daerah dalam pembangunan nasional. Ia berharap, ke depan, lebih banyak kegiatan serupa yang digelar secara rutin di kawasan IKN.
Acara penutupan ditutup dengan penampilan seni budaya dari berbagai daerah dan suasana penuh antusiasme dari peserta maupun pengunjung. IKN pun menjadi panggung bagi semangat persatuan dalam keberagaman. (Fzi)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









