Bocah 4 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Lok Bahu Samarinda Setelah Terpeleset Saat Bermain

oleh -394 Dilihat
Sarna, saat ditemukan meninggal dunia setelah tercebur ke Sungai lok bahu (FER)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda — Peristiwa tragis terjadi di Jalan Pusaka RT 15, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda.

Ketika seorang bocah perempuan berusia empat tahun, Sarna, ditemukan meninggal dunia setelah tercebur ke Sungai lok bahu pada Sabtu sore (28/12).

Kejadian bermula sekitar pukul 16.30 WITA ketika Sarna bermain di tepi sungai bersama kakaknya, Idrus (10), yang hanya berjarak sekitar 10 meter dari rumah mereka.

Diduga terpeleset, Sarna langsung jatuh ke sungai dan terseret arus deras. Idrus yang panik segera berteriak meminta pertolongan sambil menangis.

Tangisan tersebut didengar oleh Ardian (38), seorang warga yang tengah membersihkan halaman rumahnya yang berjarak 15 meter dari lokasi kejadian.

“Saya langsung menghampiri Idrus yang mengatakan adiknya jatuh ke sungai.

Tanpa pikir panjang, saya melepas baju dan melompat ke sungai untuk mencari korban. Setelah 10 menit pencarian yang sia-sia, saya menghubungi Ketua RT untuk meminta bantuan,” ujar Ardian kepada UlasanKaltim.id.

Ardian juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat menegur kedua anak tersebut sekitar 15 menit sebelum kejadian agar tidak bermain di dekat sungai, mengingat arus yang deras.

Pencarian korban dilakukan oleh warga setempat hingga akhirnya, sekitar pukul 17.00 WITA,

Riki (25), seorang pemancing di Gang Melati RT 15, menemukan sesuatu yang awalnya dikira boneka terapung.

“Awalnya saya pikir itu boneka, tapi setelah diperhatikan lebih dekat, ternyata tubuh anak kecil. Saya langsung memanggil warga untuk membantu mengangkatnya,” ujar Riki.

Tubuh Sarna ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dengan mulut dan hidung mengeluarkan busa.

Jarak antara lokasi jatuh hingga titik ditemukannya korban diperkirakan sekitar 800 meter.

Hendri, anggota Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) Lok Bahu, membenarkan bahwa jenazah Sarna segera dievakuasi menggunakan ambulans PMI dan dibawa ke rumah duka di lokasi awal kejadian.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ekstra bagi anak-anak yang bermain di sekitar area berbahaya, terutama di tepi sungai dengan arus deras. Pihak keluarga dan warga sekitar diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah kejadian serupa terulang. (FER)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *