Benturan Pagi di Sungai Mahakam, Ponton Batu Bara Tabrak Jembatan Mahakam Ulu

oleh -351 Dilihat
Kapal Ponton Bermuatan Batu Bara Saat Menabrak Jembatan Mahakam Ulu Samarinda (Foto : Ist)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Dentuman keras memecah ketenangan pagi di tepian Sungai Mahakam. Sebuah kapal ponton bermuatan batu bara menghantam Jembatan Mahakam Ulu di Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (23/12/25) sekitar pukul 06.30 WITA, memicu kekhawatiran publik terhadap keselamatan infrastruktur vital tersebut.

Insiden itu terjadi saat ponton melintas di bawah bentang jembatan yang menjadi salah satu jalur penghubung utama antarwilayah di Kota Samarinda. Jembatan Mahakam Ulu selama ini berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi daerah.

Video yang kemudian beredar luas di media sosial memperlihatkan kapal dalam posisi melintang dan menabrak bagian pelindung tiang jembatan. Dari rekaman tersebut, tampak dua vender jembatan mengalami benturan langsung.

Pada badan ponton terlihat jelas identitas bertuliskan M80-1302. Keberadaan kode tersebut memperkuat dugaan bahwa kapal kehilangan kendali saat melintas di alur sungai, sehingga tidak mampu menghindari struktur jembatan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Kalimantan Timur, A.M. Fitra Firnanda, membenarkan adanya dampak awal akibat tabrakan tersebut. Ia menyatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung di lokasi kejadian.

“Dari pengamatan visual, memang terlihat ada luka pada titik T6 di gelar enam, yang berfungsi menopang gendang utama dan gendang pemisah. Selain itu, terdapat pecahan di bagian bawah,” kata Fitra kepada awak media.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa temuan tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan tingkat kerusakan secara teknis. Menurutnya, pemeriksaan lanjutan dengan peralatan khusus masih diperlukan.

“Secara kasat mata belum bisa dipastikan apakah ada deformasi struktur. Kami harus melakukan pengukuran menggunakan alat, dari satu tiang ke tiang lainnya, untuk mengetahui apakah terjadi pergeseran,” ujarnya.

Fitra menjelaskan, hasil pengukuran tersebut akan menjadi acuan utama dalam menentukan kelayakan jembatan untuk dilalui, terutama oleh kendaraan dengan muatan besar yang rutin melintas setiap hari.

Ia menambahkan bahwa proses pemeriksaan membutuhkan waktu dan tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa. Pemerintah daerah masih harus merumuskan tahapan teknis sebelum menyampaikan hasil resmi kepada publik.

“Kami akan melakukan pembahasan dan koordinasi terlebih dahulu. Setelah itu baru bisa kami sampaikan estimasi waktu pengecekan secara menyeluruh,” jelasnya.

Hingga saat ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur belum memberlakukan penutupan Jembatan Mahakam Ulu. Langkah tersebut masih menunggu hasil koordinasi lintas instansi terkait keselamatan lalu lintas dan pelayaran.

“Kami masih berkoordinasi dengan Dishub, Satpol PP, Polairud, dan Lantas. Apakah jembatan tetap bisa dilalui kendaraan berat atau perlu pembatasan sementara, itu akan diputuskan setelah hasil pengukuran keluar,” tutup Fitra. (Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *