Ulasankaltim.id, Samarinda – Deru tepuk tangan menggema di ruang Bank Kaltim-Tara Prioritas, Samarinda, Minggu (7/9/25). Di hadapan para alumni dan tamu undangan, Andi Satya Adi Saputra resmi dilantik sebagai Ketua Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) Kota Samarinda periode 2025-2029.
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi para alumni Unhas yang berdomisili di Samarinda. Agenda ini menegaskan kembali komitmen organisasi untuk berperan aktif dalam pembangunan kota.
Andi Satya, seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi sekaligus magister kesehatan, tampil dengan visi yang menekankan pada isu kesehatan dan sosial. Latar belakang profesinya menjadi pijakan utama dalam merumuskan arah kontribusi organisasi.
Dalam sambutannya, Andi Satya menyoroti persoalan kesehatan di Samarinda. Ia menegaskan, angka stunting memang mengalami penurunan 4,1 persen, namun masih menyentuh sekitar 4.100 anak.
Selain itu, ia mengungkapkan keprihatinan atas peningkatan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Kedua indikator ini disebutnya sebagai tantangan serius yang harus segera ditangani.
“Indikator kesehatan ini merupakan bagian dari target Sustainable Development Goals (SDGs) yang wajib menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.
Tak hanya itu, Andi Satya juga mengingatkan bahwa alumni Unhas tidak boleh berhenti pada acara seremonial. Ia menekankan pentingnya kontribusi nyata yang dapat dirasakan langsung masyarakat.

Ia mendorong IKA Unhas Samarinda untuk menjadi garda terdepan dalam situasi darurat, seperti banjir dan kebakaran. “Gunakan jaket merah, tunjukkan kebanggaan sebagai alumni, dan turun langsung membantu masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan. Sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, ia menilai peran alumni dapat memberikan pengaruh signifikan dalam pembangunan kota.
Langkah awal yang dicanangkannya adalah menghimpun sebanyak mungkin alumni Unhas yang berada di Samarinda. Menurutnya, jumlah mereka cukup besar dan perlu diorganisir untuk bergerak bersama.
“Kami harapkan semua alumni bisa berperan aktif dan memberi kontribusi nyata untuk kemajuan kota,” ucapnya.
Pelantikan pengurus IKA Unhas Samarinda juga dirangkai dengan dialog kesehatan. Forum ini membahas berbagai persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat.
Andi Satya menegaskan bahwa kesehatan adalah kebutuhan primer yang belum sepenuhnya terpenuhi. Banyak masalah masih menunggu penyelesaian, mulai dari akses layanan hingga kesadaran masyarakat.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, IKA Unhas Samarinda menyalurkan lebih dari 160 paket sembako kepada warga kurang mampu. Kegiatan ini menjadi simbol konkret pengabdian kepada masyarakat.
Lebih jauh, Andi Satya menekankan pentingnya sinergi pentahelix. Konsep ini melibatkan pemerintah, akademisi, masyarakat, komunitas, dan media dalam menyelesaikan persoalan kesehatan.
Menurutnya, kerja sama lima elemen tersebut dapat melahirkan prioritas yang jelas serta solusi bersama. “Permasalahan tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri,” katanya.
Dengan sinergi tersebut, ia optimistis Samarinda mampu mewujudkan konsep smart city yang tidak hanya maju secara teknologi, tetapi juga sehat dan inklusif.
Andi Satya mengingatkan bahwa peran alumni tidak sebatas kontribusi profesi masing-masing. Kehadiran IKA Unhas di Samarinda harus menciptakan dampak luas bagi kehidupan sosial.
Pelantikan ini pun ditutup dengan semangat kebersamaan. Para alumni diharapkan menjadikan organisasi sebagai wadah kolaborasi dan pengabdian nyata bagi kota Samarinda.
Bagi Andi Satya, amanah ini bukan sekadar jabatan, melainkan panggilan untuk mengabdi. “IKA Unhas harus hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Fer)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id










