Aksi Truk Tangki dan Mobil Boks Kejar-kejaran di Ring Road 2 Samarinda Viral, Polisi Periksa Sopir

oleh -202 Dilihat
Momen dua truck saling salib di Jl. Ring Road (Foto bidik layar)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Rekaman video amatir yang memperlihatkan aksi saling menyalip antara dua unit armada angkutan berat di ruas Jalan Nusyirwan Ismail, kawasan Ring Road 2, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, mendadak menyita perhatian warganet setelah tersebar luas di jagat maya sepanjang pekan ini.

Sorotan publik mencuat lantaran aksi manuver agresif yang berlangsung pada Selasa (27/10/2026) tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan para pengguna jalan lain yang tengah melintas berdampingan di jalur perlintasan utama tersebut.

Kekhawatiran masyarakat kian beralasan mengingat tayangan berdurasi singkat itu menampilkan kedua armada berdimensi besar melaju kencang di atas permukaan aspal yang sarat dengan titik-titik kerusakan dan lubang menganga.

Menanggapi kegaduhan di ruang publik, pengemudi truk tangki yang terlibat insiden tersebut, Ahmad Idris, akhirnya angkat bicara untuk meluruskan duduk perkara perihal rekaman yang memotret kendaraannya tengah memacu kecepatan.

Idris menuturkan, dinamika di lintasan bermula ketika dirinya berniat mendahului armada truk boks yang bergerak tepat di depannya, namun ruang geraknya sempat terkendala oleh kontur jalanan yang tidak rata.

Ia menegaskan manuver melebar yang dilakukannya bukan aksi ugal-ugalan yang disengaja, melainkan upaya mengendalikan kemudi agar tidak terperosok ke dalam lubang jalan yang cukup dalam di lajur tersebut.

“Tidak benar itu saya mau nyalip mobil boks. Berhubung ada lubang di depan, mobil saya susah menghindar. Setelah lubang baru bisa menghindar, lalu saya bisa nyalip,” ujar Idris saat memberikan keterangan klarifikasi, Kamis (29/10/2026).

Sebelum melintasi koridor Ring Road 2, truk tangki tersebut diketahui baru saja keluar dari fasilitas bengkel perbaikan kendaraan guna menjalani perawatan teknis berkala.

Idris memastikan bahwa pada saat momentum kejadian terekam kamera warga, tangki armadanya berada dalam kondisi kosong melompong tanpa membawa muatan bahan cair apa pun dalam perjalanan menuju arah Palaran.

Kendati demikian, sang sopir tidak menampik bahwa psikologisnya saat duduk di balik kemudi sedang diselimuti rasa cemas dan panik yang cukup tinggi.

Ia mengaku menerima kabar mendadak mengenai kondisi seorang anggota keluarganya yang jatuh sakit di rumah, sehingga mendorong dirinya untuk memacu laju kendaraan lebih cepat agar lekas sampai ke tempat tujuan.

“Gara-gara mau pulang, ada keluarga sakit, makanya buru-buru,” ungkap Idris menceritakan latar belakang ketergesa-gesaannya di jalan raya.

Menyikapi polemik keselamatan transportasi tersebut, jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Samarinda langsung bergerak cepat dengan memanggil dan memeriksa pengemudi yang bersangkutan ke kantor kepolisian.

Kanit Turjawali Satlantas Polresta Samarinda, Iptu Ismail Marzuki, membenarkan langkah pemanggilan tersebut guna mengurai kebenaran kronologi dari rekaman viral yang meresahkan masyarakat.

“Pada kesempatan kali ini kami mengklarifikasi video viral antara truk tangki dan mobil box. Pada dasarnya kami mintai keterangan dari driver-nya. Secara real tidak ada niatan,” kata Ismail menjabarkan hasil pemeriksaan awal.

Meskipun sopir mengklaim tidak berniat adu kecepatan atau balap liar, aparat kepolisian tetap melayangkan peringatan keras seraya membuka opsi penerapan sanksi tilang jika ditemukan unsur kelalaian berlalu lintas.

“Intinya ada pelanggaran yang kita tindak. Selama operasi juga ada batas kecepatan, mungkin kita tindak dengan tilang, karena di dalam kota itu maksimal kecepatan 60 kilometer per jam,” tegas Ismail merujuk pada regulasi laju kendaraan di koridor perkotaan.

Pihak kepolisian mengimbau seluruh operator maupun pengemudi angkutan barang untuk menahan diri dan tidak memaksakan manuver menyalip saat kondisi jalan berlubang atau visibilitas sempit.

“Karena kalian cepat, bukan hanya Anda yang bisa rugi, orang lain juga bisa rugi,” pungkas Ismail mengingatkan potensi bahaya kecelakaan fatal bagi pengguna jalan lainnya. (Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *