Ulasankaltim.id, Samarinda – Usaha kecil yang dimulai di Jl. Pramuka pada tahun 2015 ini kini menjelma menjadi UMKM yang sukses bertahan dan berkembang. Sinambela Golda Meir owner dari Miss Redbean, yang pada awalnya menjual produk Es Nona, kini dikenal luas berkat inovasi produknya berbasis kacang merah.
Selama lima tahun pertama, Golda menawarkan produk Es Nona. Namun, usaha ini sempat vakum selama satu setengah tahun untuk melakukan evaluasi dan merancang ulang konsep bisnis. Pada masa tersebut, pemilik Miss Redbean berusaha menemukan ciri khas baru yang akhirnya melahirkan produk andalan, yaitu Es Kacang Merah Miss Redbean.
Dengan fokus pada satu varian produk berbahan dasar kacang merah, Miss Redbean mampu menarik perhatian konsumen. Rasa yang khas dan bahan alami berkualitas menjadi kunci keberhasilan produk ini di pasar lokal.
Namun, perjalanan awal usaha tidaklah mulus. Selama dua bulan pertama, usaha ini mengalami berbagai tantangan, termasuk kerugian dan penjualan yang sangat rendah. Bahkan, Miss Redbean pernah tidak mendapatkan satu pun pelanggan dalam sehari.
Kondisi tersebut tidak membuat pemilik Miss Redbean menyerah. Lokasi usaha pun dipindahkan ke Jl. Danau Toba. Perubahan ini membawa dampak positif, dengan penjualan mencapai 43 cup di hari pertama di lokasi baru tersebut. Saat itu, harga per cup hanya Rp7.000.
Seiring waktu, usaha ini terus berkembang. Miss Redbean kini memiliki tiga outlet di Samarinda, yakni di Jl. Gatot Subroto, Jl. Basuki Rahmat, dan Jl. Bengkuring yang juga berfungsi sebagai rumah produksi sekaligus melayani pembelian langsung dari pelanggan.
Produk Miss Redbean juga tersedia di Hypermart Big Mall Samarinda. Selain itu, usaha ini bermitra dengan berbagai lokasi di kota Samarinda, seperti Jl. Arif Rahman Hakim, Jl. Adam Malik, dan Jl. Sambutan, serta telah menjangkau reseller di luar kota, seperti Sanga Sanga dan Loa Kulu.
Selain berjualan offline Miss Redbean juga dipasarkan melalui online di media sosial instagram dengan nama akun @eskacangmerahsamarinda yang mana saat ini penjualan offline dan online terbilang seimbang antara custumer yang membeli langsung ke outlet ataupun memesan melalui online.
Kesuksesan Miss Redbean tidak lepas dari dukungan pemerintah melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPPKUMKM) Provinsi Kalimantan Timur. Pemerintah memberikan berbagai fasilitas, seperti pelatihan, bantuan alat produksi, serta memfasilitasi pengurusan perizinan usaha, sertifikat halal, dan hak kekayaan intelektual (HAKI).
Kini, Miss Redbean telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat halal. Kedua dokumen tersebut menjadi bukti legalitas sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk Miss Redbean.
Untuk menjaga kualitas, bahan baku utama kacang merah diperoleh dari pasar tradisional, khususnya Pasar Segiri di Samarinda. Penggunaan bahan baku segar ini menjadi salah satu keunggulan yang membuat produk Miss Redbean tetap diminati konsumen.
Dengan ketekunan dan inovasi, Miss Redbean mampu membuktikan bahwa UMKM dapat berkembang meski menghadapi berbagai tantangan. Kini, usaha ini menjadi salah satu contoh inspiratif bagi pelaku usaha lainnya di Kalimantan Timur.
Miss Redbean terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas jangkauan pasarnya. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan tersendiri bagi pelaku usahanya, tetapi juga mengharumkan nama Samarinda sebagai kota yang mendukung pertumbuhan UMKM. (FZI)









