Ulasankaltim.id, Samarinda – Musibah kebakaran hebat kembali menimpa kawasan padat penduduk di Kota Tepian. Kali ini, amukan si jago merah meludeskan sebuah kompleks bangunan bangsalan yang terletak di Jalan Sepakat RT 17, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda.
Peristiwa nahas tersebut pecah pada akhir pekan, tepatnya hari Minggu pagi sekitar pukul 07.40 Wita. Kobaran api yang bergerak dengan cepat seketika memicu kepanikan massal di antara para penghuni bangsalan serta warga sekitar lokasi kejadian.
Di balik musibah yang menghanguskan bangunan tersebut, tersimpan sebuah kisah duka yang mendalam. Kebakaran maut ini merenggut nyawa seorang anak yang masih berusia enam tahun akibat tidak sempat menyelamatkan diri dari kobaran api.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, insiden bermula ketika kepulan asap tebal tiba-tiba mengepul keluar dari salah satu pintu bangunan bangsalan dua lantai tersebut. Warga yang melihat fenomena itu langsung menyadari adanya ancaman bahaya yang besar.
Pada saat detik-detik mencekam tersebut, ibu korban sempat bertindak sigap dengan membawa dua anaknya yang lain keluar dari bangunan menuju tempat yang lebih aman. Namun, cobaan berat menimpa sang ibu ketika ia menyadari masih ada satu buah hatinya yang tertinggal di dalam kamar.
Menyadari satu anaknya masih terlelap di dalam kamar lantai bawah, sang ibu langsung menjerit histeris meminta pertolongan kepada warga sekitar. Teriakan tersebut kontan mengundang perhatian warga setempat untuk berbondong-bondong mendatangi sumber api.
Hayul Koyum, salah satu warga yang berada di lokasi kejadian, menuturkan bagaimana suasana kepanikan saat warga berupaya keras menerobos masuk ke dalam bangunan untuk menyelamatkan korban yang terjebak di dalam kamar.
Menurut keterangan Hayul, kondisi pintu bagian belakang bangunan saat itu terkunci rapat dari dalam. Tanpa berpikir panjang, warga langsung mendobrak pintu tersebut demi bisa menembus kepungan asap pekat.
Namun, setibanya di dalam bangunan, situasi sudah terlanjur berbahaya karena api di dalam kamar telah membesar dan mulai merambat ke bagian lain. Upaya penyelamatan langsung terhalang oleh kobaran api yang menutup akses menuju kamar korban.
Tidak tinggal diam, warga kemudian bergotong royong memadamkan api yang menghalangi jalan masuk menggunakan alat seadanya. Setelah api berhasil dikendalikan dan kepekatan asap mulai menipis, warga lekas merangsek masuk ke dalam kamar.
Di dalam kamar tersebut, warga mendapati korban terbujur kaku dengan posisi tengkurap serta tertutup selembar selimut. Hayul menyebutkan bahwa bocah malang itu sudah tidak menunjukkan respons atau gerakan apa pun saat ditemukan.
Tanpa buang waktu, tubuh korban segera dievakuasi keluar ruangan untuk mendapatkan pertolongan pertama berupa bantuan pernapasan buatan atau CPR. Mengingat tidak adanya respons dari tubuh korban, warga langsung melarikannya ke klinik Puskesmas terdekat di Jalan Merdeka.
Setibanya di fasilitas kesehatan tersebut, tim medis siaga memberikan tindakan darurat termasuk suplai oksigen. Kendati demikian, takdir berkata lain; nyawa korban sudah tidak dapat tertolong dan tim medis menyatakan korban telah meninggal dunia.
Pihak kepolisian dari Polsek Sungai Pinang yang mendapat laporan langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian serta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS). Kedatangan petugas kepolisian bertujuan untuk melakukan olah TKP dan menghimpun keterangan dari para saksi mata.
Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang, Iptu Dedi Lantang, memberikan konfirmasi resmi mengenai insiden tragis tersebut ketika ditemui langsung di RSUD AWS Samarinda.
Dalam keterangannya, Iptu Dedi membenarkan adanya peristiwa kebakaran maut yang terjadi di Jalan Sepakat RT 17 pada pagi hari tersebut, yang mengakibatkan seorang anak ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Korban sempat mendapatkan penanganan medis lanjutan sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara di tempat kejadian perkara, Iptu Dedi mengungkapkan bahwa titik awal kemunculan api diduga berasal dari kamar lantai bawah yang ditempati oleh korban. Guna kepentingan investigasi mendalam, area bangsalan yang terbakar kini telah dipasangi garis polisi, sementara aparat masih terus menyelidiki penyebab pasti munculnya api dan kematian korban. (Yanur)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









