Hilang Usai Pangkalan Speedboat Dibobol Maling, Wakar di Samarinda Ditemukan Tewas di Bawah Jembatan

oleh -204 Dilihat
Petugas gabungan dan aparat kepolisian Polsek Kawasan Pelabuhan (KP3) Samarinda saat mengevakuasi jasad seorang pria di bawah Jembatan 1 Selili, Samarinda Ilir, Sabtu (31/10/2026) sore. (Foto : Yanur)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Operasi pencarian mandiri yang digelar pihak keluarga bersama warga di tepian perairan Sungai Mahakam berujung duka mendalam. Sesosok jasad pria tanpa identitas ditemukan mengapung di kolong Jembatan 1 Selili, kawasan samping Markas Polsek Kawasan Pelabuhan (KP3) Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (31/10/2026) sore.

Korban yang diduga kuat berprofesi sebagai penjaga malam alias wakar tambatan armada speedboat tersebut ditemukan sekitar pukul 15.40 Wita. Penemuan jasad ini sekaligus mengakhiri teka-teki keberadaannya setelah dinyatakan hilang secara misterius sejak Kamis (29/10/2026) malam.

Sontak, peristiwa penemuan mayat tersebut menyedot perhatian dan menggemparkan masyarakat yang bermukim di sekitar Jalan Tongkol, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir. Sebelum jasad terlihat, warga bersama kerabat korban telah menyisir bantaran sungai secara intensif menyusul kecurigaan atas hilangnya pria paruh baya tersebut.

Langkah penyisiran aliran sungai tersebut ditempuh pihak keluarga bukan tanpa prosedur. Salah seorang warga setempat yang turut terjun ke lokasi pencarian, Fajri, mengungkapkan bahwa proses perburuan jejak korban baru dimulai seusai pihak keluarga berkoordinasi langsung serta mengantongi izin resmi dari aparat kepolisian setempat.

Fajri menuturkan, koordinasi intensif dilakukan bersama jajaran Polsek KP3 Samarinda guna memastikan pencarian di area dermaga dan kolong jembatan tidak menyalahi aturan keamanan perairan. Begitu permohonan disetujui, regu pencari mandiri langsung memetakan titik-titik aliran yang dinilai mencurigakan di sepanjang bibir sungai.

Upaya tersebut membuahkan hasil saat salah satu rekan Fajri memberanikan diri turun ke area bawah kolong jembatan. Dari celah konstruksi jembatan, pandangan saksi tertuju pada gumpalan rambut manusia yang menyembul di permukaan air yang saat itu kebetulan tengah surut.

“Kami minta laporan dulu ke KP3, setelah disetujui, kami lakukan penyisiran di sepanjang pinggiran sungai. Ada satu teman yang turun ke bawah jembatan, lalu melihat rambut korban terlebih dahulu,” ujar Fajri ketika dimintai keterangan di lokasi kejadian, Sabtu sore.

Dari penuturan warga, lenyapnya korban menyisakan kaitan erat dengan tindak kriminalitas yang sempat meletus di area tambatan speedboat pada Kamis malam lalu. Pada malam nahas tersebut, terjadi aksi pencurian peralatan mesin serta pasokan bahan bakar minyak (BBM) milik armada transportasi air yang bersandar di sana.

Korban tercatat sedang memegang amanah dinas menjaga fasilitas tambatan perahu cepat di lokasi kejadian perkara saat sindikat pencuri melancarkan aksinya. Ironisnya, ketika penanganan kasus pencurian tersebut mulai bergulir, korban justru tak lagi terlihat batang hidungnya.

Pihak keluarga dan warga semakin cemas karena aparat penegak hukum sejatinya telah berhasil meringkus terduga pelaku pencurian aset speedboat tersebut. Namun, pria yang mengemban tanggung jawab pengamanan di lokasi itu justru lenyap tanpa jejak sejak malam pergantian hari menuju Jumat.

“Pencarian dilakukan karena terduga pelaku pencurian alat speedboat sudah berhasil ditangkap, tetapi bapak yang bertugas menjaga justru hilang sejak malam Jumat itu. Untuk penyebab jatuh atau meloncatnya, kami belum tahu pasti karena tidak ada saksi mata,” beber Fajri menjelaskan kejanggalan di balik hilangnya korban.

Kabar penemuan mayat di wilayah otoritas pelabuhan itu dikonfirmasi langsung oleh jajaran kepolisian. Mewakili Kapolsek Kawasan Pelabuhan Samarinda, Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek KP3, Ipda Adi Brata, memvalidasi keberadaan jasad pria malang tersebut di area belakang markas komando mereka.

“Benar, hari ini sekitar pukul 15.40 Wita ada penemuan jasad di belakang Polsek KP, tepatnya di bawah Jembatan 1,” terang Ipda Adi Brata saat menyampaikan keterangan awal kepada awak media.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan oleh jurnalis Media Kaltim, posisi jasad saat pertama kali dijangkau berada dalam kondisi tidak wajar. Bagian tangan korban disinyalir terikat pada salah satu pancang kayu di dasar air, dan hanya bagian rambutnya yang tampak di permukaan akibat kondisi pasang surut sungai.

Merespons laporan tersebut, tim gabungan kepolisian segera meluncur ke lokasi untuk mengevakuasi tubuh korban dari dasar air. Kendati terdapat lilitan pada tubuh korban, aparat penegak hukum memilih berhati-hati dan menolak berspekulasi terburu-buru terkait indikasi pembunuhan maupun motif peristiwa.

“Posisi korban memang ada sedikit lilitan, tetapi belum bisa kami pastikan (penyebab kematian korban) dan masih dalam proses penyelidikan. Kartu identitas (KTP) juga belum ditemukan di lokasi,” imbuh Adi Brata menegaskan status penanganan kasus.

Guna mengungkap tabir di balik kematian yang penuh kejanggalan ini, jenazah langsung dilarikan ke kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Di rumah sakit rujukan tersebut, tim medis forensik dijadwalkan menjalankan prosedur visum et repertum untuk membedah penyebab pasti kematian sekaligus memverifikasi data identitas korban secara saintifik, sementara Polsek KP3 Samarinda terus mendalami penyelidikan perkara. (Yanur)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *