Ulasankaltim.id, Samarinda – Suasana Minggu malam di kawasan permukiman padat mendadak mencekam setelah sebuah bangunan mendadak mengeluarkan kepulan asap tebal yang disusul oleh lidah api yang membesar.
Peristiwa menegangkan tersebut terjadi pada Minggu (25/10/2026) malam, tepatnya di Jalan Anggrek Bulan, RT 21, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu.
Bangunan semi permanen yang menjadi sasaran amukan si jago merah itu diketahui sehari-harinya berfungsi sebagai kantor layanan zakat serta kegiatan koperasi.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, kemunculan api yang mendadak ini langsung memicu kepanikan warga sekitar yang berhamburan keluar rumah untuk melihat kondisi secara langsung.
Warga yang mendapati adanya ancaman kebakaran segera bergotong royong berupaya melakukan penanganan seadanya seraya menunggu bantuan tiba di lokasi kejadian.
Titik awal mula munculnya api dilaporkan berasal dari bagian lantai atas atau lantai dua dari bangunan semi permanen tersebut.
Menanggapi laporan darurat dari masyarakat, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda langsung bergerak cepat menerjunkan armadanya ke titik lokasi.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Kota Samarinda, Ahmad Supriyanto, memberikan penjelasan terkait insiden yang mengejutkan warga Kelurahan Air Putih itu.
“Pihak kami menerima laporan adanya peristiwa kebakaran ini tepat pada pukul 18.10 Wita,” ujar Ahmad Supriyanto saat dikonfirmasi mengenai kronologi awal kejadian.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa sesaat setelah laporan diterima, regu penyelamat beserta armada pemadam langsung diberangkatkan menuju Jalan Anggrek Bulan.
Upaya penanggulangan di lapangan melibatkan kekuatan penuh dari unsur personel pemadam kebakaran gabungan demi mempercepat proses penjinakan api.
“Petugas dari Posko 3 dan Posko 11 langsung dikerahkan ke lokasi kejadian bersama rekan-rekan dari unsur relawan,” tambahnya menjelaskan komposisi tim pemadam.
Kehadiran para relawan yang bersinergi dengan petugas pemadam sangat membantu proses sterilisasi jalur serta percepatan suplai air untuk pemadaman.
Fokus utama dari tim gabungan di lapangan adalah melokalisir kobaran api agar tidak merembet ke struktur bangunan lain yang berada di sekitar lokasi.
Mengingat bangunan yang terbakar berkonstruksi semi permanen, dikhawatirkan api dapat dengan cepat menjilat bangunan tetangga jika tidak segera dikendalikan.
Berkat kesigapan dan kerja keras petugas bersama para relawan, situasi berhasil dikuasai dan proses pembasahan terus dilakukan guna memastikan tidak ada bara api tersisa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai taksiran kerugian material maupun penyebab pasti yang memicu timbulnya api di lantai dua bangunan tersebut. (Yanur)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









