Samarinda Resmi Luncurkan Samaqua, Produk AMDK Lokal untuk Genjot PAD dan Ekonomi Daerah

oleh -202 Dilihat
Wali Kota Samarinda Andi Harun (tengah) didampingi jajaran Direksi Perumda Tirta Kencana secara resmi meluncurkan produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) "Samaqua" di Pabrik Samaqua, Palaran, Samarinda (Foto : Ist)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Sektor usaha milik daerah di ibu kota Kalimantan Timur mencatatkan babak baru dalam peta ekspansi bisnisnya melalui diversifikasi produk konsumsi harian. Pemerintah Kota Samarinda menggandeng Perumda Tirta Kencana secara resmi merilis produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) berlabel Samaqua. Momentum bersejarah bagi korporasi daerah ini ditandai dengan seremoni peluncuran yang berpusat di fasilitas produksi Samaqua, Jalan Trikora, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, pada Rabu (5/8/2026).

Langkah strategis ini dirancang sebagai fondasi utama dalam mengikis ketergantungan pasar domestik terhadap pasokan komoditas serupa dari luar wilayah. Kehadiran merek air minum asli daerah tersebut membawa misi besar untuk mengoptimalkan potensi aset lokal sekaligus memperkuat struktur penerimaan kas daerah. Pemerintah setempat menaruh harapan tinggi agar unit usaha baru ini dapat menjadi kontributor signifikan terhadap pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara berkelanjutan.

Perhelatan yang menandai dimulainya komersialisasi produk ini mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan pemangku kepentingan. Wali Kota Samarinda Andi Harun hadir memimpin langsung acara, berdampingan dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta jajaran pimpinan DPRD. Kehadiran perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, direksi Perumda Tirta Kencana, para kepala dinas, pelaku usaha lokal, hingga asosiasi industri perhotelan semakin menegaskan dukungan kolektif terhadap penguatan komoditas daerah ini.

Dalam pidato peresmiannya, Wali Kota Samarinda Andi Harun membeberkan narasi filosofis di balik pendirian unit bisnis air minum kemasan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa proyek ini lahir dari rekam jejak keprihatinan atas tingginya tingkat konsumsi air minum buatan luar daerah di tengah masyarakat Kota Tepian. Fenomena ketergantungan pasokan luar wilayah ini dinilai tidak sejalan dengan melimpahnya ketersediaan bahan baku serta kapasitas teknis yang dikuasai daerah.

Andi Harun menegaskan bahwa Samarinda telah lama memiliki kesiapan infrastruktur, ketersediaan sumber daya alam yang memadai, serta tenaga ahli berpengalaman di bawah naungan Perumda Tirta Kencana. Lembaga penyedia air bersih milik daerah tersebut dinilai memiliki rekam jejak operasional yang memadai untuk melangkah lebih jauh ke industri pengolahan air minum siap konsumsi. Kerangka kerja inilah yang kemudian dijadikan pijakan utama dalam mengeksekusi pendirian fasilitas produksi Samaqua.

“Hari ini pertanyaan itu mulai dijawab dengan lahirnya Samaqua. Ini bukan sekadar sebuah merek, tetapi menjadi identitas dan simbol bahwa Samarinda mampu mengolah potensi lokal menjadi produk berkualitas tinggi, aman, dan menyehatkan untuk masyarakatnya sendiri,” ujar Andi Harun saat memberikan sambutan resmi di lokasi acara, Rabu (5/8/2026).

Wali Kota menekankan bahwa peluncuran Samaqua hendaknya tidak dipandang sebatas agenda peresmian seremonial tanpa makna taktis. Langkah ini merupakan tindak lanjut nyata dari strategi ekspansi portofolio bisnis Perumda Tirta Kencana dalam merespons dinamika fiskal daerah. Di tengah tantangan efisiensi anggaran pemerintah, inovasi unit usaha BUMD dituntut menjadi motor penggerak alternatif untuk menopang kemandirian finansial kota.

“Ini merupakan bentuk ekspansi bisnis BUMD yang kami harapkan mampu memperkuat produk lokal dan ke depan menjadi salah satu penunjang penerimaan asli daerah,” tutur Andi Harun di hadapan para undangan dan pimpinan industri yang hadir.

Guna memperkuat urgensi perubahan tata kerja di tubuh birokrasi dan BUMD, Andi Harun mengutip instruksi strategis yang sering ditekankan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Kutipan tersebut merujuk pada pemikiran ilmuwan ternama Albert Einstein mengenai prinsip rasionalitas dalam mencapai pembaruan hasil kerja. Pendekatan operasional yang konvensional dinilai tidak akan pernah menghasilkan lompatan kemajuan jika terus dipertahankan tanpa ada keberanian melakukan terobosan.

“Kita tidak bisa berharap hasil yang berbeda jika cara kerja kita terus sama dari tahun ke tahun. Hari ini kita mulai bekerja dengan cara yang berbeda. Mungkin masih ada kekurangan, tetapi langkah pertama harus dimulai,” ungkap orang nomor satu di Pemkot Samarinda tersebut dengan lugas.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan merealisasikan merek Samaqua memancarkan pesan kuat kepada publik bahwa daerah memiliki kapabilitas untuk bersaing di pasar komersial. Melalui inovasi sains, pengawasan mutu yang ketat, serta komitmen manajemen, potensi lokal terbukti dapat ditransformasikan menjadi komoditas konsumsi yang bernilai ekonomi tinggi.

Pada tahap awal penetrasi pasar, Samaqua meluncurkan dua varian ukuran kemasan botol, yaitu isi 220 mililiter dan 330 mililiter. Keputusan meluncurkan varian kemasan botol mungil 220 mililiter diambil secara terukur sebagai bentuk diferensiasi produk untuk menggeser dominasi air minum kemasan gelas yang dinilai kurang fleksibel dari segi kepraktisan.

“Yang biasa berbentuk gelas dengan sedotan sekarang kita ganti menjadi botol 220 mililiter. Lebih praktis, bisa masuk tas maupun kantong. Nanti akan dikembangkan lagi berbagai ukuran sesuai kebutuhan pasar,” jelas Andi Harun merincikan keunggulan ergonomis dari desain produk barunya tersebut.

Strategi pemasaran produk ini akan didukung penuh oleh regulasi internal pemerintah daerah melalui skema penyerapan pasar secara terintegrasi. Pemkot Samarinda berencana menolak ketergantungan pada produk luar dengan mewajibkan pemanfaatan Samaqua di lingkungan perkantoran pemerintah, jaringan industri perhotelan, hingga sektor bisnis swasta. Selain itu, aspek estetika kemasan akan terus dipercantik dengan menyematkan elemen kebudayaan lokal, seperti ornamen motif Sarung Samarinda pada desain label botol.

Dari sisi efisiensi investasi, alokasi anggaran modal untuk proyek ini berhasil ditekan secara optimal. Perumda Tirta Kencana memanfaatkan optimalisasi unit fasilitas pengolahan air yang sudah ada tanpa perlu mengalokasikan anggaran besar untuk pembangunan gedung pabrik baru. Strategi penghematan aset ini terbukti efektif memangkas durasi persiapan operasional sekaligus mempercepat pengembalian modal usaha.

Mengenai harga jual di tingkat konsumen, Samaqua dipatok dengan nilai yang sangat kompetitif tanpa mengorbankan standar mutu kebersihan dan higienitas air. Varian kemasan botol 220 mililiter dibanderol seharga Rp26.000 per dus, sementara untuk varian botol 330 mililiter dilepas ke pasaran dengan harga Rp37.500 per dus. Produk ini ditargetkan mampu memenuhi kebutuhan hidrasi harian untuk segmen rumah tangga, instansi pemerintahan, hingga kebutuhan konsumsi acara berskala besar.

Melalui peresmian Samaqua, Pemerintah Kota Samarinda optimistis dapat menumbuhkan rasa bangga di tengah masyarakat terhadap penggunaan produk-produk dalam negeri. Dukungan publik secara luas terhadap produk lokal ini diyakini bakal memicu roda perekonomian daerah berputar lebih cepat, berlandaskan inovasi mandiri yang bersumber dari potensi asli Kota Tepian. (Fzi)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *