Respons Cepat Tim Gabungan Tangani Skenario Kritis di Bandara Samarinda

oleh -203 Dilihat
Tim gabungan PKP-PK dan Basarnas melakukan simulasi evakuasi korban kecelakaan pesawat Pesut Air di landasan pacu Bandara APT Pranoto Samarinda (Foto : Yanur)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Aktivitas di Bandara Internasional APT Pranoto Samarinda mendadak dipenuhi kesibukan penanganan kondisi kritis pada Jumat (18/9/2026) pagi.

Pengelola bandara menggelar latihan keselamatan berskala besar guna mengukur tingkat kesiapsiagaan seluruh personel dalam menghadapi potensi insiden penerbangan.

Agenda latihan teknis tersebut berlangsung secara intensif selama empat jam, dimulai tepat pukul 08.00 hingga berakhir pada 12.00 WITA.

Skenario darurat dirancang menyerupai kejadian nyata untuk menguji ketangkasan koordinasi antarinstansi di kawasan perimeter udara.

Dalam reka adegan, sebuah maskapai komersial bernomor penerbangan “Pesut Air” dilaporkan membawa sebanyak 70 jiwa, yang terdiri dari 64 penumpang beserta 6 kru pesawat.

Masalah utama bermula ketika burung menabrak bagian mesin nomor dua saat armada tersebut sedang melaju untuk melakukan pendaratan.

Dampak benturan keras itu memicu kerusakan mekanis fatal yang menyebabkan pilot kehilangan kendali atas laju pesawat.

Akibatnya, armada udara itu meluncur melebihi batas aman landasan pacu di runway 22 hingga memicu situasi bahaya.

Sinyal bahaya yang berbunyi langsung direspons cepat oleh jajaran tim Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) internal bandara.

Petugas pemadam bergerak dalam hitungan detik menuju titik lokasi kejadian untuk melakukan penyemprotan dan memadamkan kobaran api.

Proses evakuasi lapangan semakin kuat dengan hadirnya gabungan personel dari BPBD Samarinda, Polresta, Basarnas, Damkar, PMI, hingga BKK.

Unsur pimpinan TNI AD, TNI AU, serta puluhan armada ambulans dari berbagai fasilitas kesehatan se-Kota Samarinda turut dikerahkan ke lokasi.

Skenario kecemasan juga disimulasikan di area terminal gedung, di mana kekacauan sempat pecah akibat luapan emosi keluarga penumpang.

Aparat kepolisian dan prajurit TNI harus bersiaga ekstra untuk menenangkan kepanikan massa di lobi kedatangan agar situasi tetap terkendali.

Kepala UPBU Kelas I APT Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan, menegaskan bahwa penanganan medis awal telah mengacu pada tata cara ketat. “Penanganan terkait dengan korban itu dilakukan berdasarkan kriterianya. Kalau yang kritis langsung diantar ke rumah sakit dengan ambulans, luka sedang dilakukan perawatan, dan yang meninggal kita siapkan tempat penyimpanan jenazah,” paparnya saat memberikan keterangan resmi.

Ia merincikan hasil pemilahan korban dalam simulasi tersebut. “Untuk yang korban meninggal ada tiga, yang kritis itu ada enam, itu sudah dibawa ke rumah sakit disebar yang ada di AWS dan di kota yang bisa langsung melakukan penindakan. Untuk korban luka ringan dan luka sedang kita kolektifkan di ruang kedatangan,” tambahnya.

Usai tahap penyelamatan dan pembekuan area puing pesawat oleh tim KNKT selesai, petugas langsung menyisir ulang seluruh landasan guna memastikan penerbangan komersial kembali siap dibuka secara aman. (Yanur)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *