Pria di Samarinda Ditikam Dua Kali, Polisi Periksa Saksi dan Buru Pelaku

oleh -202 Dilihat
Petugas Kepolisian saat melakukan olah TKP (Foto : Yanur)
banner 468x60

Ulasankaltim.id, Samarinda – Aksi penikaman menggegerkan warga Jalan Siti Aisyah, RT 19, Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu, pada Senin (6/7) malam sekitar pukul 20.00 Wita. Seorang pria berinisial MFA mengalami dua luka tusuk di bagian dada dan punggung setelah diduga menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam.

Insiden tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Korban yang tergeletak dengan luka tusuk segera dievakuasi oleh warga menuju Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda untuk mendapatkan penanganan medis.

Personil Pamapta III Polresta Samarinda bersama jajaran kepolisian langsung mendatangi lokasi usai menerima laporan dari masyarakat.

IPDA Sofian Adi Cahyono mengatakan pihaknya menerima informasi adanya keributan yang berujung aksi penikaman di kawasan tersebut.

“Kami mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa telah terjadi keributan di Jalan Siti Aisyah. Dari kejadian itu seorang laki-laki berinisial MFA mengalami luka tusuk di bagian dada kanan depan dan punggung kanan. Di lokasi juga ditemukan satu bilah pisau yang diduga digunakan pelaku untuk melukai korban,” ujarnya.

Petugas kemudian mengamankan lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sementara itu, pelaku hingga kini masih dalam proses penyelidikan oleh Unit Reskrim Polresta Samarinda bersama Unit Reskrim Polsek Samarinda Ulu.

“Pelaku saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh Unit Reskrim Polresta Samarinda maupun Reskrim Polsek Samarinda Ulu,” tambah Sofian.

Mengenai motif, polisi belum dapat memastikan penyebab pasti penikaman tersebut. Namun, berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lokasi, peristiwa itu diduga dipicu persoalan kecemburuan.

“Informasi awal yang kami terima memang mengarah pada dugaan kecemburuan. Namun informasi itu masih simpang siur dan belum bisa dipastikan. Korban sendiri diketahui sudah beristri. Nanti akan kami dalami lagi dalam proses penyelidikan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua RT 19 Kelurahan Jawa, Muhamad Alwi Idris, mengaku mengetahui kejadian tersebut setelah menerima laporan dari warga sekitar.

“Saya mendapat informasi dari warga sekitar pukul 20.00 Wita bahwa ada kejadian penikaman di wilayah RT 19. Saat saya tiba di lokasi, korban sudah lebih dulu dibawa ke rumah sakit,” katanya.

Ia menjelaskan, peristiwa itu terjadi di sebuah kios minuman yang dikelola korban.

“Kejadiannya di sebuah kios minuman, korban berjualan teh dan minuman lainnya. Korban juga tidak pernah melapor kepada pihak RT sebagai pendatang atau pedagang, sehingga kami tidak begitu mengenalnya. Setelah mendapat informasi, saya langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian,” tuturnya.

Hingga berita ini ditulis, polisi masih memburu pelaku serta mendalami keterangan para saksi untuk mengungkap kronologi lengkap dan motif pasti di balik aksi penikaman tersebut. (Yanur)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *