Ulasankaltim.id, Samarinda – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur melalui Satgas Pangan Polda Kaltim memimpin langkah bersama lintas instansi dalam upaya stabilisasi harga dan pasokan pangan di Kabupaten Mahakam Ulu, menyusul beredarnya informasi harga beras yang mencapai hampir Rp1 juta per karung.
Kegiatan ini melibatkan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog, Dinas Pangan Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Ketahanan Pangan Kota Samarinda, serta unsur pemerintah daerah.
Ketua Tim Kelompok Kerja Stabilisasi Pasokan Pangan Bapanas, Yudhi Harsatriadi Sandyatma, menyampaikan bahwa kehadiran tim gabungan tersebut merupakan bentuk respons cepat dan kehadiran negara dalam menjamin keterjangkauan pangan bagi masyarakat, khususnya di wilayah terpencil.
Sebagai langkah awal, pemerintah menyalurkan pasokan bahan pangan berupa beras dan minyak goreng ke Kabupaten Mahakam Ulu.
“Untuk tahap pertama hari ini kami mencoba memasok sekitar 3,2 ton bahan pangan, dengan komoditas utama beras premium, beras SPHP, serta Minyak Kita. Ini merupakan upaya menghadirkan pangan yang terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat Mahakam Ulu,” ujar Yudhi.
Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Kaltim dan Kaltara, Musazdin Said, menambahkan bahwa Bulog menjalankan penugasan negara dalam pendistribusian beras dan minyak goreng guna menekan lonjakan harga.
Distribusi kali ini dilakukan melalui jalur darat karena akses sungai menuju Mahakam Ulu masih belum memungkinkan akibat kendala transportasi.
“Meski jalur darat membutuhkan waktu tempuh sekitar dua hingga tiga hari melalui Kutai Barat hingga Ujoh Bilang, kami memastikan pasokan dapat sampai dan segera dimanfaatkan pemerintah daerah untuk pelaksanaan pasar murah dan bazar menjelang Ramadan,” jelas Musazdin.
Sementara itu, Koordinator Satgasda Pangan Polda Kaltim, AKBP Haris Kurniawan, menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi pangan hingga ke konsumen akhir.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Satgas Pangan belum menemukan indikasi penimbunan, namun mengakui adanya hambatan distribusi akibat faktor geografis dan transportasi.
“Kami memastikan pasokan yang diberangkatkan hari ini tiba di Mahakam Ulu dalam kondisi aman dan lengkap. Pengawasan akan terus kami lakukan,
terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri, agar masyarakat tidak dirugikan oleh lonjakan harga bahan pokok,” tegasnya.
Pemerintah berharap intervensi ini dapat menekan harga pangan di Mahakam Ulu sekaligus menjamin ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat hingga periode hari besar keagamaan. (Fdy)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @ulasankaltim_id









